REPORTASENTT.COM, SIKKA- Polres Sikka menggelar Operasi Pekat Turangga 2025 pada Jumat malam (16/5) mulai pukul 22.00 Wita guna memberantas penyakit masyarakat dan aksi premanisme di wilayah hukumnya.
Operasi ini dilakukan di sejumlah hotel, penginapan, tempat hiburan malam, dan fasilitas umum.
Operasi dipimpin Kabag Ops Polres Sikka AKP I Wayan Oka Deswanta, S.E., dan diawali dengan apel persiapan serta pengarahan pimpinan.
Operasi dipimpin Kabag Ops Polres Sikka AKP I Wayan Oka Deswanta, S.E., dan diawali dengan apel persiapan serta pengarahan pimpinan.
Operasi ini berdasarkan Rencana Operasi Polres Sikka Nomor R / Renops/ 23 / V / Ops.1.3/ 2025 tanggal 15 Mei 2025.
Turut hadir dalam operasi sejumlah pejabat dan 14 personel Polres Sikka yang ditugaskan sesuai Surat Perintah Tugas Kapolres Sikka Nomor Sprin/362/V/OPS.1.3/2025.
Sasaran operasi meliputi aktivitas premanisme, praktik prostitusi, dan pemuda yang mengonsumsi minuman keras (miras) di tempat umum.
Turut hadir dalam operasi sejumlah pejabat dan 14 personel Polres Sikka yang ditugaskan sesuai Surat Perintah Tugas Kapolres Sikka Nomor Sprin/362/V/OPS.1.3/2025.
Sasaran operasi meliputi aktivitas premanisme, praktik prostitusi, dan pemuda yang mengonsumsi minuman keras (miras) di tempat umum.
Dalam pelaksanaannya, Tim UKL II memeriksa beberapa hotel yang diduga menjadi lokasi praktik prostitusi dan penyalahgunaan narkoba.
Di Hotel Nusra, Jalan Lingkar Luar Maumere, Kota Baru, ditemukan tiga tamu tanpa identitas yang sedang mengonsumsi miras di depan kamar hotel.
Ketiganya dibawa ke kantor Polres Sikka untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, pemeriksaan di Hotel Mathilda, Jalan Hogor Hini, Kelurahan Kota Uneng, tidak menemukan indikasi penyakit masyarakat.
Petugas memberi arahan kepada pengelola hotel untuk meningkatkan pengawasan dan pendataan tamu.
Selain hotel, petugas juga mengecek beberapa tempat hiburan malam (THM/PUB). Hasilnya nihil dari indikasi penyakit masyarakat.
Selain hotel, petugas juga mengecek beberapa tempat hiburan malam (THM/PUB). Hasilnya nihil dari indikasi penyakit masyarakat.
Baca Juga: Magnet Budaya Flotim: Helanlangowuyo Gaet Wisatawan Mancanegara Hingga Rela Nginap di Lamahelan
Pengelola tempat hiburan mendapat himbauan agar menjalankan usaha sesuai aturan dan tidak mempekerjakan anak di bawah umur.
Petugas juga menyampaikan himbauan kepada pemuda yang kedapatan mengonsumsi miras di pinggir jalan agar tidak mengganggu ketertiban umum.
Kabag Ops AKP I Wayan Oka Deswanta menyampaikan, operasi ini sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat pasca maraknya aksi premanisme dan penyakit masyarakat di Kabupaten Sikka.
Petugas juga menyampaikan himbauan kepada pemuda yang kedapatan mengonsumsi miras di pinggir jalan agar tidak mengganggu ketertiban umum.
Kabag Ops AKP I Wayan Oka Deswanta menyampaikan, operasi ini sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat pasca maraknya aksi premanisme dan penyakit masyarakat di Kabupaten Sikka.
Operasi ditutup dengan apel konsolidasi pada pukul 01.00 Wita. Kegiatan berlangsung aman dan kondusif.
Artikel Terkait
Kapal Ikan Matikan Lampu, TNI AL Bongkar Jaringan Penyelundupan 1,9 Ton Narkoba Internasional di Perairan Karimun
Digerebek Polisi! Puluhan Liter Sopi Disita dari Dua Lokasi di Kupang
Preman Siap- siap! Kota Kupang Akan Disapu Bersih Polisi Selama 15 Hari
“Lu Tabrak Kucing Tu!”- Tuduhan Nyeleneh Berujung Pengeroyokan Sadis di Kupang
Dua Personil Polres Sikka Diganjar Penghargaan, Kisah Heroik Mereka Bikin Haru!