REPORTASENTT.COM, VATIKAN - Paus Leo XIV resmi dilantik dalam Misa Peresmian di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (18/5).
Lebih dari 100.000 peziarah dari berbagai penjuru dunia menghadiri peristiwa bersejarah ini, yang juga disaksikan langsung oleh para pemimpin agama dari berbagai kepercayaan.
Pelantikan ini menjadi momen penting bagi Gereja Katolik sekaligus simbol persatuan lintas iman.
Pelantikan ini menjadi momen penting bagi Gereja Katolik sekaligus simbol persatuan lintas iman.
Paus Leo XIV menyampaikan homili perdananya sebagai Uskup Roma, menggugah umat dengan pesan cinta, pengharapan, dan solidaritas.
Marilah kita berjalan menuju Tuhan dan saling mencintai, seru Paus dalam suara bergetar namun penuh keyakinan.
Marilah kita berjalan menuju Tuhan dan saling mencintai, seru Paus dalam suara bergetar namun penuh keyakinan.
Dihadiri Tokoh Lintas Agama Dunia
Menariknya, misa pelantikan ini juga menghadirkan para pemimpin agama dari komunitas Yahudi, Islam, Hindu, Buddha, Sikh, Zoroaster, hingga Jain.
Mereka hadir sebagai bentuk solidaritas global dan semangat persaudaraan antarumat beragama.
Momen ini dinilai sebagai babak baru hubungan antaragama, terlebih setelah wafatnya Paus Fransiskus yang dikenal sebagai tokoh dialog lintas iman.
Momen ini dinilai sebagai babak baru hubungan antaragama, terlebih setelah wafatnya Paus Fransiskus yang dikenal sebagai tokoh dialog lintas iman.
Baca Juga: TPDI Soroti Dugaan Penyimpangan Proyek Sumur Bor di Flores Timur: Uji Integritas Kepemimpinan Bupati Doni Dihen
"Setelah wafatnya Paus Fransiskus, kami merasa seperti domba tanpa gembala. Namun, berkat Tuhan yang setia, kita kini kembali disatukan dalam harapan," ungkap Paus Leo XIV dengan penuh haru.
"Setelah wafatnya Paus Fransiskus, kami merasa seperti domba tanpa gembala. Namun, berkat Tuhan yang setia, kita kini kembali disatukan dalam harapan," ungkap Paus Leo XIV dengan penuh haru.
Dipilih untuk Melayani, Bukan Dilayani
Paus Leo XIV menyampaikan bahwa pelayanannya bukan soal kekuasaan, melainkan panggilan untuk mencintai dan melayani.
Dalam pidatonya, ia menyebut dirinya hanya sebagai “seorang saudara” yang ingin berjalan bersama umat dalam kasih Allah.
“Kasih yang rela mengorbankan diri adalah inti dari kepemimpinan sejati,” tegasnya sambil mengutip Injil tentang ajakan Yesus kepada Petrus untuk menjadi penjala manusia.
“Kasih yang rela mengorbankan diri adalah inti dari kepemimpinan sejati,” tegasnya sambil mengutip Injil tentang ajakan Yesus kepada Petrus untuk menjadi penjala manusia.
Gereja Sebagai Tanda Harapan
Paus juga menerjemahkan peran Gereja sebagai “ ragi kecil persatuan ”, khususnya di tengah situasi global yang masih diliputi konflik, diskriminasi, dan ketimpangan sosial.
"Kita ingin mengatakan kepada dunia: Pandanglah Kristus! Sambutlah sabda-Nya! Jadilah satu keluarga-Nya!"
Ia pun mengajak seluruh pihak, baik gereja-gereja Kristen lainnya maupun pemeluk agama lain, untuk bekerja sama demi membangun dunia yang damai dan penuh kasih.
Baca Juga: Berhenti Beli Rokok, Malah Dikeroyok! Polisi Bongkar Motif Tersembunyi Komunitas Pemuda Ini
Menutup homilinya, Paus Leo XIV mengirimkan panggilan universal untuk mencintai.
Ia mengajak seluruh umat membuka hati terhadap Roh Kudus, agar Gereja terus menjadi tanda kasih Allah di dunia.
“Saudara-saudari, inilah saatnya untuk mencintai!” katanya.
“Saudara-saudari, inilah saatnya untuk mencintai!” katanya.
Dengan dilantiknya Paus Leo XIV, Gereja Katolik kini memasuki babak baru dalam sejarahnya, mengusung cinta dan persaudaraan sebagai fondasi utama kepemimpinan spiritualnya.
Artikel Terkait
Berhenti Beli Rokok, Malah Dikeroyok! Polisi Bongkar Motif Tersembunyi Komunitas Pemuda Ini
Perempuan Ini Jadi Kunci Jaringan Sabu di Indramayu, Polisi Bergerak Cepat
YouTuber Jajago Alami Insiden di Sumba Barat Daya: Cerita Pungutan Tak Wajar di Ratenggaro Cemari Citra Wisata NTT
TPDI Soroti Dugaan Penyimpangan Proyek Sumur Bor di Flores Timur: Uji Integritas Kepemimpinan Bupati Doni Dihen
Operasi Pekat Dimulai! Polisi Sita Miras dan Motor Bising di Kupang Kota