“Ini berasal dari sampah sachet, jadi kalau kita pakai ini, secara tidak langsung mengurangi sampah sachet di jalan, sungai, dan tumpukan gunung sampah,” ucapnya.
Menurut dia, hasil akhir pemasangan papan di pabrik mini terlihat memuaskan. “Jujur menurut aku ini hasilnya keren banget,” katanya.
Baca Juga: Gugat UU ASN ke MK, Dokter dan Advokat Soroti Penempatan Perwira Polri Aktif di Jabatan Sipil
Perbandingan dengan Asbes
Sebagai material atap, Alduro diklaim 100 persen tidak tembus cahaya (opaque) sehingga membantu mengurangi panas dan silau matahari serta menjaga privasi ruangan.
Material ini kerap dibandingkan dengan asbes, yang dikenal murah dan ringan, namun memiliki risiko kesehatan karena bersifat karsinogenik dan mudah pecah.
Dibandingkan spandek, galvalum, maupun UPVC, asbes dinilai kalah dari sisi daya tahan jangka panjang, keamanan, dan estetika.
Baca Juga: Valentine di Hunian Sementara: Solidaritas Pewartah Flotim untuk Jurnalis Korban Erupsi Lewotobi
Alduro dipasarkan dengan tiga pilihan warna bertekstur alami untuk hunian modern maupun bangunan komersial. Produk ini tersedia melalui toko daring, termasuk di Shopee lewat Impack Pratama Official Shop.
Eksperimen Jerhemy menunjukkan sampah sachet yang kerap mencemari lingkungan dapat diolah menjadi papan bangunan, lalu diaplikasikan sebagai dinding dan atap pabrik mini miliknya.