REPORTASENTT.COM, LABUAN BAJO,– Kronologi kasus penusukan anggota Brimob di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mulai menemui titik terang. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan insiden tersebut diduga dipicu aksi pengeroyokan terhadap dua anggota TNI sebelum terjadi penusukan.
Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengatakan informasi yang beredar selama beberapa hari terakhir belum sepenuhnya menggambarkan fakta yang ditemukan dari hasil pemeriksaan Subdenpom IX/1-1 Ende bersama unsur terkait.
Peristiwa itu bermula saat tiga anggota Kodim 1630/Manggarai Barat menghadiri acara syukuran pelantikan anggota Brimob di Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, pada Rabu (10/6/2026) malam.
Baca Juga: Beli Tiket untuk Berlayar ke Batam, Dua Warga TTS Tertipu Tiket Pelni Palsu
Ketiga prajurit tersebut, yakni Pratu I.B., Pratu I.W., dan Pratu F.R., datang sebagai tamu undangan dalam acara syukuran pelantikan Bripda J.G. yang digelar di samping rumah orang tua Pratu I.W. Suasana acara awalnya berlangsung normal dan para tamu diterima dengan baik oleh tuan rumah.
Dalam kegiatan tersebut, Pratu I.B. sempat berinteraksi dengan salah seorang anggota Brimob. Tidak lama kemudian, seluruh anggota Brimob disebut meninggalkan lokasi setelah terdengar instruksi untuk membubarkan diri.
Namun sekitar 30 menit berikutnya, lebih dari 15 anggota Brimob kembali mendatangi lokasi acara.
Baca Juga: Kapolda NTT Tegaskan Perang terhadap TPPO, Belasan Pelaku dan Jaringan Penyelundupan Dibongkar
Menurut hasil pemeriksaan sementara, sejumlah anggota Brimob diduga langsung menarik Pratu I.B. ke arah jalan raya sejauh sekitar 40 meter sebelum terjadi pemukulan secara bersama-sama. Saat Pratu I.W. berusaha membantu rekannya, ia juga menjadi sasaran pengeroyokan.
"Menurut hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, setibanya di lokasi, sejumlah anggota Brimob diduga langsung menarik Pratu I.B. ke arah jalan raya sejauh kurang lebih 40 meter sebelum kemudian terjadi tindakan pemukulan dan pengeroyokan. Saat Pratu I.W. berupaya memberikan pertolongan, yang bersangkutan juga menjadi sasaran pemukulan dan pengeroyokan. Saat dikeroyok, Pratu I.W. berhasil mencari celah untuk kabur dan langsung berlari menuju rumah orang tuanya untuk mengambil sebuah pisau kerambit," kata Amrizal.
Keterangan tersebut diperkuat sejumlah saksi mata, yakni F.N., S.B.P., H.P., dan F.S.H. Para saksi mengaku melihat langsung aksi pengeroyokan yang dilakukan sekitar 15 anggota Brimob terhadap kedua anggota Kodim tersebut.
Baca Juga: Asap Pembakaran Sampah Ganggu Warga, Bhabinkamtibmas Mediasi Tetangga di Oeba Kupang
Berdasarkan kesaksian yang dikumpulkan penyidik, Pratu I.B. sempat melarikan diri ke arah jalan raya. Namun ia kembali dikejar dan mengalami pengeroyokan. P
ada saat yang sama, Pratu I.W. yang berupaya memberikan bantuan juga ikut menjadi sasaran pemukulan.
Sejumlah warga di sekitar lokasi disebut telah berupaya melerai. Akan tetapi, tindakan pengeroyokan tetap berlangsung, termasuk ketika salah satu anggota TNI sudah dalam kondisi terjatuh dan berusaha melindungi kepalanya dari pukulan.