nasional

Gempa Guncang Flores, Mentan Amran Kerahkan 5.386 Ton Beras untuk Empat Kabupaten

Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:50 WIB
Dok. Foto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat berada di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur,

 

REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Pemerintah mengerahkan bantuan beras ke empat kabupaten di Nusa Tenggara Timur setelah gempa mengguncang sejumlah wilayah Flores. Penyaluran dilakukan melalui koordinasi Kementerian Pertanian, Perum Bulog, dan pemerintah daerah untuk menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat terdampak.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menginstruksikan Perum Bulog mengonsolidasikan bantuan pangan setelah menerima informasi mengenai gempa di NTT. Langkah tersebut diarahkan untuk mempercepat distribusi beras ke wilayah yang membutuhkan.

“Dalam kondisi seperti ini, negara hadir dan bergerak cepat. Kami pastikan bantuan beras disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur,” kata Amran, Minggu (16/8).

 

Baca Juga: Warga Elar di Manggarai Timur Terjebak Keterbatasan Pascagempa, Bantuan dan Pemerintah Belum Tiba



Total beras yang dialokasikan mencapai 5.386 ton dengan nilai sekitar Rp75,4 miliar. Bantuan tersebut terdiri atas beras untuk penanganan bencana dan bantuan pangan reguler yang disalurkan ke Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Sikka.

Di Kabupaten Manggarai, alokasi terdiri atas 31,63 ton bantuan bencana dan 1.799 ton bantuan pangan reguler. Manggarai Timur menerima 153 ton bantuan bencana serta 1.661 ton bantuan pangan reguler.

Sementara itu, Kabupaten Ngada mendapat 8,06 ton bantuan bencana dan 444,21 ton bantuan pangan reguler. Kabupaten Sikka memperoleh 6,88 ton bantuan bencana serta 1.281,36 ton bantuan pangan reguler.

 

Baca Juga: Gempa M 7,7 Guncang Flores, Fransiskan dan JPIC OFM Indonesia Gerakkan Lima Posko Kemanusiaan



Untuk kebutuhan penanganan bencana secara khusus, pemerintah mengalokasikan 200,35 ton beras. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga yang terdampak langsung dan menghadapi kondisi darurat akibat gempa.

Amran mengatakan distribusi bantuan dilakukan dengan memperhatikan kondisi wilayah terdampak, termasuk daerah yang menghadapi kendala akses. Koordinasi dengan Bulog dan pemerintah daerah terus dilakukan agar penyaluran dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Prioritas kita adalah masyarakat. Bantuan harus sampai kepada mereka yang membutuhkan, terutama masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, mengalami keterbatasan akses, maupun berada di wilayah yang terdampak langsung,” kata Amran.

 

Baca Juga: Kacab BRI Tinjau KCP Wae Reca yang Ambruk, Layanan Nasabah Dialihkan ke Unit Borong



Ia menyebut penanganan pangan tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Pemerintah tetap menjalankan bantuan pangan reguler agar pasokan kebutuhan pokok masyarakat di wilayah terdampak tetap terjaga.

“Penanganan pangan dalam situasi bencana tidak boleh berhenti pada bantuan darurat. Kita juga harus memastikan masyarakat tetap memiliki akses pangan setelah masa tanggap darurat,” katanya.

Amran menambahkan, distribusi pangan akan terus dikawal bersama pemerintah daerah dan pihak terkait hingga kondisi masyarakat berangsur pulih.

 

Baca Juga: Kasus Penganiayaan di Mapolres Manggarai Barat: Dua Oknum Wartawan Ditahan, Ancaman Hukuman Capai 7 Tahun



“Kita ingin memastikan tidak ada masyarakat terdampak bencana yang merasa sendirian. Pemerintah hadir. Pangan tersedia, bantuan kita gerakkan, dan koordinasi terus kita perkuat sampai kondisi masyarakat kembali pulih,” kata Amran.

Dengan skema tersebut, pemerintah menyiapkan 5.386 ton beras senilai sekitar Rp75,4 miliar untuk empat kabupaten di Flores, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Sikka, sebagai dukungan pangan bagi masyarakat terdampak gempa sekaligus menjaga pasokan pangan reguler.

Halaman:

Tags

Terkini