nasional

Hari Keempat Operasi SAR Gempa Flores, 70 Orang Meninggal dan 608 Korban Terdata

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:11 WIB
Tim SAR gabungan bersiaga di sekitar ambulans dan helikopter dalam operasi pencarian serta evakuasi korban gempa Flores. (Foto/ tim)

REPORTASENTT.COM- Operasi pencarian dan evakuasi korban gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), memasuki hari keempat pada Senin, 18 Agustus 2026. Tim SAR Gabungan masih menyisir sejumlah wilayah terdampak untuk mencari korban yang membutuhkan pertolongan.

Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman mengatakan, pencarian dilakukan di sejumlah titik yang mengalami kerusakan maupun bangunan runtuh. Tim juga melakukan pemantauan terhadap lokasi pengungsian dan posko SAR di beberapa wilayah terdampak.

“Pada hari keempat ini, Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan pencarian dan evakuasi di sejumlah titik terdampak,” kata Fathur, Selasa (18/8/2026).

 

 

Baca Juga: Ekonomi Flores Timur Tumbuh 4,98 Persen, Bupati Dorong Lompatan Produktivitas dan Pembukaan Lapangan Kerja



Selain pencarian di darat, Basarnas mengerahkan dukungan evakuasi medis melalui jalur udara. Tim medis diterbangkan menuju Lembaleda menggunakan pesawat Basarnas dalam dua kali penerbangan.

Pada penerbangan pertama, empat korban dengan kondisi patah tulang atau fraktur dievakuasi. Empat korban lain dengan luka berat kemudian dibawa melalui penerbangan kedua untuk memperoleh penanganan medis di Rumah Sakit Komodo.

Pencarian di sejumlah titik yang telah disisir hingga hari keempat belum menemukan tambahan korban. Pemantauan tetap dilakukan terhadap warga di lokasi pengungsian, termasuk posko Basarnas di Lembaleda, Manggarai, dan Nagekeo.

 

Baca Juga: HUT RI ke-81 di Witihama Meriah, Gagasan Kepala Desa Watololong Himpun Rp58 Juta Libatkan Seluruh Masyarakat



Operasi SAR akan berlanjut pada hari kelima dengan penyisiran dan pemantauan di Kabupaten Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur.

Evakuasi udara juga disiapkan kembali, terutama untuk pasien atau korban luka berat yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

Dukungan personel dan logistik turut diperkuat dengan kedatangan kapal KN Antareja dari Kupang.

 

Baca Juga: Akibat Gempa, Rumah Warga Manggarai Timur Ambruk, Dua Kendaraan Tertimbun Reruntuhan

 

Kapal tersebut membawa bantuan medis dan personel pendukung operasi, termasuk empat tenaga medis dari unsur TNI Angkatan Darat.

Gempa yang mengguncang Pulau Flores dilaporkan berkekuatan hingga 7,7 Skala Richter dengan pusat gempa berada di wilayah Kabupaten Nagekeo. Hingga pendataan sementara Senin, 18 Agustus 2026 pukul 18.00 WITA, jumlah korban di tujuh wilayah terdampak mencapai 608 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 70 orang meninggal dunia, 230 orang mengalami luka berat, dan 308 orang mengalami luka ringan. Data itu masih dapat berubah mengikuti proses pencarian, identifikasi, pendataan, dan verifikasi di lapangan.

 

Halaman:

Tags

Terkini