Anik juga menyampaikan apresiasi kepada Polda NTT dan panitia seleksi atas pelayanan serta proses seleksi yang dinilai terbuka bagi seluruh peserta.
Chelsea menempuh pendidikan di TK Aisyiyah Bakunase, SD Inpres Bakunase 1, MTs Negeri Kota Kupang, hingga MAN Kota Kupang. Selama bersekolah, ia aktif mengikuti kegiatan baris-berbaris yang menjadi salah satu bekal dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi Akpol.
Meski memiliki nama keluarga yang identik dengan budaya Jawa, Chelsea lahir dan besar di Kota Kupang. Menurut sang ibu, putrinya selalu bangga memperkenalkan diri sebagai anak NTT.
Baca Juga: Pria di Sikka Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar, Sempat Gagal Bunuh Diri 30 Menit Sebelumnya
"Dia selalu bilang, ‘Beta orang Timur.’ Dia lahir, besar, sekolah, dan tumbuh di Kupang. Dia bangga menjadi anak NTT," kata Anik.
Kisah Chelsea Maudina Ahmadi menjadi sorotan karena memperlihatkan perjalanan anak buruh harian lepas di Kota Kupang yang berhasil lolos seleksi Akademi Kepolisian Tahun Anggaran 2026 setelah gagal pada seleksi sebelumnya dan berlatih selama satu tahun penuh untuk memperbaiki kemampuan jasmaninya.
Artikel Terkait
Polres Ende Gagalkan Dugaan TPPO, 21 Calon Pekerja Diselamatkan sebelum Diberangkatkan ke Kalimantan
Tumpahan Minyak Cemari Pesisir Pulau Semau, Kebocoran Saat Pengangkatan Bangkai KM Kuala Emas Diduga Jadi Pemicu
Veteran Pembela Kemerdekaan RI Serka Yohanes Hena Beda Dimakamkan Secara Militer di Adonara
Kasus Kematian Perempuan di Malaka Mulai Terkuak, Polisi Dalami Peran Pria 52 Tahun
Empat Jam Usai Laporan Masuk, Tim Burung Hantu Ungkap Pencurian Kendaraan Bermotor dan Kejar Pelaku yang Kabur di Ende