REPORTASENTT.COM, BORONG- Pagi belum sepenuhnya terang ketika Marselina Lovelia Kurniati Rindu mulai bersiap menuju sekolah. Gadis 11 tahun yang akrab disapa Cinta itu melangkah dari sebuah rumah kecil berdinding bambu dan beratap seng berkarat di Kampung Compang, Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.
Rumah peninggalan almarhum kakeknya berukuran sekitar 7 x 6 meter dengan lantai tanah, dinding bambu dan papan yang telah berlubang, serta atap seng yang bocor di banyak bagian.
Saat hujan turun, air mengalir ke dalam rumah sehingga ruangan menjadi basah dan dingin.
Sejak usia sekitar satu tahun, Cinta kehilangan sosok ibu yang meninggal dunia. Tak lama kemudian, ayahnya pergi dan tidak lagi mengurus kehidupannya.
Ia kemudian dibesarkan oleh kakek dan neneknya, Sebas Tonggo dan Katarina Labe. Setelah sang kakek meninggal pada 2024, Cinta hanya tinggal bersama neneknya yang telah lanjut usia.
Meski hidup dalam keterbatasan, semangat belajar Cinta tidak pernah surut. Ketika masih bersekolah di SDI Compang Ngeles, ia dikenal sebagai siswi yang kerap meraih peringkat pertama.
Kini ia melanjutkan pendidikan di kelas I SMP Negeri 1 Elar dengan berjalan kaki setiap hari menuju sekolah.
Salah seorang mantan guru Cinta mengenang ketekunan muridnya selama menempuh pendidikan dasar. “Cinta sangat rajin, sopan, dan aktif di sekolah. Walaupun berasal dari keluarga kurang mampu, ia selalu menunjukkan prestasi yang membanggakan,” katanya.
Kehidupan sehari-hari Cinta sepenuhnya bergantung pada Nenek Katarina. Perempuan lansia itu bekerja serabutan di ladang untuk memenuhi kebutuhan makan, pakaian, dan biaya sekolah cucunya.
Artikel Terkait
KSOP Labuan Bajo Tindak Kapal yang Bawa Rombongan Artis ke Pulau Padar Saat Larangan Pelayaran
Survei IPO Tempatkan Teddy Indra Wijaya sebagai Pejabat Kabinet dengan Citra Publik Terbaik
Polisi Klarifikasi Isu Penanganan Lambat, Berkas Dugaan Pencabulan Anak Diserahkan ke Kejaksaan
Pemkab Flores Timur Gandeng Imigrasi Buka Layanan Keimigrasian, Perkuat Pencegahan TPPO dan Migrasi Ilegal
Jalan Baru Selesai Sudah Rusak, BEMNus Minta Kejati NTT Selidiki Proyek Rp15,6 Miliar di Manggarai Timur