Pesan Penting Menkominfo: Kaum Muda Diminta Waspada, Internet Jadi Lahan Ancaman Siber

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Selasa, 8 Oktober 2024 | 18:07 WIB
Internet Crime/ Foto Ilustrasi. (Desian by Tim Reportase NTT )
Internet Crime/ Foto Ilustrasi. (Desian by Tim Reportase NTT )

REPORTASENTT.COM, DEPOK- Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, S.Sos., M.Si., kembali mengingatkan generasi muda Indonesia untuk lebih bijak dalam menggunakan internet.

Ia menegaskan bahwa kaum muda merupakan kelompok yang paling rentan menjadi korban ancaman siber, terutama jika penggunaan aplikasi tidak dilakukan dengan kehati-hatian.

Dalam keterangannya, Budi Arie menyatakan bahwa internet saat ini telah digunakan secara luas untuk berbagai keperluan, mulai dari bermain game hingga mengakses berbagai layanan daring.

 Baca Juga: Flores Writers Festival 2024: Menggali Konteks Tempatan Sebagai Sumber Inspirasi Karya Kreatif

"Meskipun manfaat dari teknologi ini sangat banyak, kita tidak boleh menutup mata terhadap potensi bahaya yang juga mengintai," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ancaman kejahatan siber, seperti penipuan, penyalahgunaan data, perundungan, hingga kejahatan lain, dapat terjadi jika pengguna tidak waspada.

Oleh karena itu, Abdulah menekankan pentingnya sikap bijak dan hati-hati dalam menggunakan teknologi seperti internet.

 Baca Juga: Kapolres Manggarai Bantah Anggotanya Intimidasi Wartawan, Ancam Laporkan ke Dewan Pers Meski Bukti Sebaliknya

Ia berharap kaum muda dapat lebih memahami risiko yang ada dan mampu melindungi diri mereka dari ancaman-ancaman tersebut.

Menkominfo menjelaskan, pemerintah menjalankan beragam program peningkatan literasi digital masyarakat. Dalam upaya membudidayakan perilaku cerdas dalam menggunakan internet.

"Pemerintah antara lain menjalankan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD), bagian dari program pengembangan sumber daya manusia digital untuk memitigasi risiko penggunaan internet. Selain itu, pemerintah melaksanakan program Digital Talent Scholarship dan Digital Leadership Academy untuk menyiapkan talenta digital," ujarnya, dikutip dari RRI.

 Baca Juga: Drama Penyelamatan: Polri dan Tim Gabungan Evakuasi Vladimir  WNA Rusia yang Terjatuh di Gunung Rinjani  

Upaya penyiapan talenta digital ini mencakup pelatihan pelatih (Training of Trainer/ToT) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Bersama Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X