REPORTASENTT.COM, JAYAPURA- Aksi nekat seorang pemuda melompat dari tebing curam di Pantai Base'G Kanan, Distrik Jayapura Utara, berujung petaka.
Dalam hitungan detik, lautan ganas menelan tubuhnya, dan sejak saat itu, ia tak pernah muncul lagi ke permukaan.
Kejadian menggemparkan ini terjadi Rabu sore (2/4), menyisakan kepanikan di antara dua rekannya dan warga sekitar.
Baca Juga: Diam- diam Sejak 2023: Tindakan Mengejutkan Guru Besar UGM yang Baru Terungkap
Namun, di balik tragedi itu, sebuah aksi heroik digelar keesokan harinya.
Di tengah ombak tinggi dan gelombang pasang yang ganas, prajurit TNI AL dari Pasmar 3, bersama tim SAR gabungan TNI- Polri dan Basarnas Jayapura, bergerak cepat dalam pencarian.
Mereka berpacu dengan waktu dan cuaca yang tak bersahabat, berharap menemukan korban sebelum laut benar-benar menenggelamkan jejaknya.
Baca Juga: PDIP Undang Presiden Prabowo ke Kongres: Panggung Rekonsiliasi atau Drama Politik Musiman?
Tepat pukul 06.30 WIT keesokan paginya, pencarian itu membuahkan hasil. Di lokasi yang sama, tubuh korban, Klaus Pigauw Berotobui (20), ditemukan tak bernyawa, setelah semalaman terombang-ambing di perairan dalam.
“Prajurit TNI AL siap hadir di garda terdepan untuk membantu masyarakat dalam setiap kondisi, terutama di perairan,” ujar Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, menegaskan komitmen angkatan laut dalam setiap misi kemanusiaan.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam, sekaligus mengingatkan betapa ganasnya alam laut bisa berubah dalam sekejap.