LARANTUKA, KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten Flores Timur mulai mengimplementasikan Program Unggulan Tahun 2025 sebagai langkah awal mewujudkan visi Lompatan Jauh Flores Timur sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, mengatakan bahwa pelaksanaan program unggulan pada tahun pertama pemerintahan masih bersifat awal dan terbatas, menyesuaikan dengan ruang fiskal daerah yang telah dialokasikan dalam RAPBD 2025 sebesar Rp 37,98 miliar.
“Tidak semua dari 20 program unggulan bisa langsung dijalankan. Tahun ini kita mulai dengan fondasi-fondasi penting, meski skalanya masih kecil,” kata Anton Doni Dihen dalam konferensi pers bersama wartawan di Ruang Rapat Bupati Flores Timur, Selasa (31/12/2025).
Baca Juga: Dari 7 Hektare Jadi 5 Hektare, Ini Alasan Lahan Kampung Nelayan Flores Timur Belum Dibayar
Pertanian Jadi Kunci Transformasi Ekonomi
Salah satu fokus utama Pemkab Flores Timur adalah Kawasan Ekonomi Strategis Pertanian Modern Skala Big Push. Menurut Bupati, tantangan utama pertanian lahan kering di Flores Timur adalah ketersediaan air.
Pada 2025, pemerintah mulai mengembangkan teknologi air melalui pembangunan sumur bor dan sistem irigasi air tanah, baik dangkal maupun dalam, di sejumlah wilayah seperti Sagu, Waiwadan, Solor Barat, hingga Witihama. Selain itu, dilakukan pengadaan benih jagung dan padi, pupuk NPK, pembangunan jalan usaha tani, serta pengadaan rumah hijau (green house) di 16 kelurahan.