REPORTASENTT.COM, LARANTUKA – Harapan masyarakat Kabupaten Flores Timur untuk segera menikmati layanan hemodialisis atau cuci darah di RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka dipastikan masih bergantung pada penyelesaian proses perizinan.
Manajemen rumah sakit menargetkan layanan tersebut mulai beroperasi pada 2026 setelah seluruh persyaratan administrasi dan perizinan rampung.
Direktur RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka, Gregorius Bato Koten, S.Si., Apt., mengatakan rumah sakit telah menyiapkan berbagai kebutuhan untuk membuka layanan hemodialisis, mulai dari kerja sama dengan vendor, penyediaan sarana dan prasarana pendukung, hingga sumber daya manusia yang dibutuhkan.
Baca Juga: Mangkrak dan Rugikan Negara Rp9,5 Miliar, Proyek Air Bersih Ile Boleng Seret Tiga Tersangka
Saat ini, kata Gregorius, pihak rumah sakit sedang menyelesaikan pembaruan izin lingkungan yang menjadi salah satu syarat utama sebelum mengurus izin operasional layanan hemodialisis.
Menurutnya, proses pembaruan izin lingkungan dilakukan secara menyeluruh dalam bentuk Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL).
Langkah tersebut diambil karena RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka yang dibangun pada 1984 masih memiliki izin lingkungan yang diterbitkan terpisah berdasarkan masing-masing kegiatan.
Dengan penyatuan izin lingkungan, rumah sakit diharapkan tidak lagi harus mengurus izin baru setiap kali membuka layanan kesehatan tambahan di masa mendatang.
"Proses ini sedang berjalan dan kami berharap dalam waktu dekat bisa selesai. Setelah itu kami akan melanjutkan proses perizinan layanan hemodialisis. Kami berharap seluruh tahapan berjalan lancar sehingga layanan cuci darah di RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka dapat mulai beroperasi pada tahun 2026," kata Gregorius kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).
Sebelumnya, masyarakat dan keluarga pasien gagal ginjal kronis di Kabupaten Flores Timur mempertanyakan kepastian operasional layanan cuci darah di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
Baca Juga: UV Diduga Tabrak Lari di Bandung Diamuk Massa, Netizen Soroti Aksi Ugal- ugalan Sopir