REPORTASENTT.COM- Kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang pria berinisial KD di Kabupaten Tabanan, Bali, menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan korban berusaha mencari uang untuk membayar biaya sekolah anaknya.
Peristiwa itu semakin menyita perhatian setelah video putri bungsunya yang masih duduk di bangku kelas 2 SD menangis saat jenazah sang ayah tiba di rumah duka viral di media sosial.
KD meninggal dunia setelah diduga menjadi sasaran amuk massa akibat tuduhan mencuri ayam aduan milik warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, pada Jumat (24/7/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 Wita. Selain mengalami pengeroyokan, sepeda motor milik korban juga dilaporkan dibakar.
Di tengah proses hukum yang masih berjalan, keluarga korban menyampaikan kondisi ekonomi yang sedang mereka hadapi.
Istri korban, Putu Dewi Suryantini, mengaku suaminya tidak pulang ke rumah selama tiga hari sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.
"Enggak berpamitan, dia udah enggak pulang tiga hari. Mungkin karena enggak punya uang untuk bayar SPP, bayar sekolah anak saya. Suami saya mungkin cari uang untuk bayar sekolah anak. Bayar Rp2,7 juta," kata Putu Dewi, dikutip dari unggahan akun Instagram @berita_gosip, Senin (27/7/2026).
Putu Dewi menjelaskan keluarganya memiliki tiga orang anak. Satu anak telah menikah, sedangkan dua lainnya masih menempuh pendidikan.
"Yang sekolah, satu anak kelas 1 SMK, satu lagi kelas 2 SD," tuturnya.
Kabar meninggalnya KD pertama kali diterima keluarga dari informasi yang disampaikan kerabat. Putu Dewi mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut hingga akhirnya mendapat pemberitahuan dari anggota keluarga.