"Ada keluarga di sini yang kasih tahu, ada orang yang memberi informasi," katanya.
Kerabat korban, Made Parta, juga mengaku awalnya menerima informasi adanya penemuan mayat di wilayah Baturiti sebelum memastikan identitas korban.
"Awalnya saya mendapat informasi ada mayat di Desa Baturiti. Setelah itu saya ke Polsek, lalu diminta mengecek ke rumah sakit," ucap Made Parta.
Sementara itu, penyidik Polres Tabanan telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Kelimanya berinisial MJ, WS, KB, ML, dan ND.
Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain beserta peran masing-masing tersangka.
"Kami belum bisa menyampaikan peran masing-masing karena masih dilakukan pendalaman. Lima orang inilah yang berdasarkan alat bukti sementara telah kami tetapkan sebagai tersangka," kata Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, dalam konferensi pers, Minggu (26/7/2026).
Baca Juga: Warga Sikka Keluhkan Pemuda Mabuk, Musik Bising, dan Knalpot Racing, Polisi Diminta Bertindak
Hingga kini, penyidik masih melanjutkan proses penyelidikan untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi pengeroyokan yang menewaskan KD, termasuk keterlibatan setiap tersangka dalam insiden tersebut.***
Artikel Terkait
Viral Kasus Pencabulan Anak di Tanjungbalai, Korban Tetap Ingin Sekolah Meski Alami Trauma
DPR Awasi Ketat Anggaran MBG, Dapur Berlebih Disebut Berpotensi Boros Rp1 Triliun per Bulan
Ketua BMP-RI Mimika Kecam Pembunuhan Tiga Warga Sipil di Yahukimo, Dukung Aparat Kejar Pelaku
Kasat Narkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim, Diduga Edarkan Narkoba dan Salahgunakan Wewenang Bersama 6 Anggota
Tangis Gadis Kecil di Makam Ayah Korban Amuk Massa Diduga Curi Ayam Menggema, Ustaz Abdul Somad: Ayam Dibayar Nyawa Tak Bisa Dibenarkan