news

Gempa M7,7 Guncang NTT, Data Terbaru BNPB Ungkap Puluhan Korban Meninggal dan Ribuan Pengungsi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:03 WIB
Foto yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi bangunan rusak di Desa Nitung Lea, Pulau Palue, NTT, pascagempa. Warga sementara mengungsi di tenda darurat.

 

REPORTASENTT.COM, FLORES- Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan menimbulkan dampak besar terhadap penduduk serta infrastruktur.

Petugas gabungan masih menyisir wilayah terdampak untuk memastikan kondisi warga dan memperbarui data kerusakan.

Hingga Minggu (16/8), jumlah korban meninggal dunia tercatat 53 orang. Korban tersebar di Kabupaten Manggarai sebanyak 25 orang, Manggarai Timur 20 orang, Sikka empat orang, Manggarai Barat satu orang, Nagekeo satu orang, dan Ende dua orang.

 

 

Baca Juga: Basarnas: Korban Gempa M7,7 Nagekeo Jadi 90 Orang, Operasi SAR Masih Berlangsung



Selain korban meninggal, sebanyak 137 orang mengalami luka-luka. Para korban mendapat penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan dan fasilitas kesehatan darurat yang disiapkan di wilayah terdampak.

Kerusakan juga melanda ratusan bangunan. Data sementara mencatat 154 rumah mengalami rusak berat, 49 rumah rusak sedang, dan 38 rumah rusak ringan.

Sejumlah fasilitas umum turut terdampak, termasuk bangunan pendidikan, tempat ibadah, kantor pemerintahan, serta fasilitas publik lainnya.

 

 

Baca Juga: Gempa M7, 7 Guncang Flores, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk Sejumlah Wilayah



Aktivitas gempa masih berlangsung setelah kejadian utama. Hingga pendataan terakhir, tercatat 995 gempa susulan, dengan 46 di antaranya dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah NTT.

Di tengah proses pencarian dan pertolongan, kebutuhan warga yang meninggalkan rumah mulai dipenuhi melalui posko-posko pengungsian. Sebanyak 5.488 orang tercatat mengungsi secara terpusat, sedangkan 171 orang memilih mengungsi secara mandiri.

Penanganan darurat juga mendapat dukungan langsung dari pemerintah pusat. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., bersama jajaran kementerian dan lembaga terkait telah berada di wilayah terdampak untuk mendukung operasi pencarian, pertolongan, serta pemenuhan kebutuhan pengungsi. Profil resmi BNPB masih mencatat Suharyanto sebagai Kepala BNPB. (BNPB).

 

Baca Juga: Eros Lamadoken Hidupkan Jejak Perlawanan Leluhur Adonara Lewat Film Pendek Jelang HUT Ke-81 RI

Halaman:

Tags

Terkini