REPORTASENTT.COM- Operasi pencarian dan pertolongan memasuki hari kedua setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur.
Tim SAR memperluas penyisiran untuk menjangkau kawasan yang terdampak dan memastikan masyarakat yang membutuhkan pertolongan dapat segera ditemukan. Pencarian kini mencakup tiga kabupaten, yakni Manggarai Timur, Manggarai, dan Nagekeo.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii telah tiba di Pulau Flores untuk melihat langsung penanganan darurat di sejumlah wilayah terdampak. Kehadiran pimpinan Basarnas tersebut disertai penyiapan dukungan operasional untuk mempercepat penanganan korban, termasuk fasilitas evakuasi medis melalui udara.
Baca Juga: Gempa M7,7 Guncang NTT, Data Terbaru BNPB Ungkap Puluhan Korban Meninggal dan Ribuan Pengungsi
Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC) Fathur Rahman mengatakan rombongan Kepala Basarnas dijadwalkan meninjau lokasi terdampak di Kabupaten Manggarai Timur. Helikopter Basarnas juga ditempatkan di Bandara Komodo, Labuan Bajo, untuk mengantisipasi kebutuhan evakuasi medis.
“Bapak Kepala Basarnas bersama rombongan telah tiba dan dijadwalkan meninjau wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai Timur.
Helikopter Basarnas juga telah disiagakan untuk mendukung proses evakuasi medis udara secara cepat apabila diperlukan,” kata Fathur Rahman.
Di Manggarai Timur, proses pencarian menghasilkan penemuan seorang nelayan yang dilaporkan tenggelam ketika gempa terjadi.
Tim SAR gabungan yang terdiri atas unsur TNI, Polri, dan masyarakat menemukan korban sekitar pukul 09.30 WITA di perairan Pantai Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Penyisiran kemudian dilanjutkan di wilayah Manggarai dan Nagekeo berdasarkan Rencana Operasi (RenOps) hari kedua. Tim memperluas pencarian hingga radius 6,3 kilometer dengan menyasar Kecamatan Reo di Kabupaten Manggarai serta Kelurahan Mbay, Desa Tungurambang, Desa Nangadhero, dan Desa Marpokot di Kabupaten Nagekeo.