Selain kebutuhan darurat, pemerintah mulai menyiapkan skema bantuan untuk rumah warga yang mengalami kerusakan.
BNPB mengalokasikan bantuan perbaikan sebesar Rp15 juta bagi rumah rusak ringan dan Rp30 juta bagi rumah rusak sedang, sedangkan rumah rusak berat diarahkan memperoleh pembangunan hunian tetap.
“Untuk rumah yang rusak ringan dan sedang akan kita bantu perbaiki. Kalau rusak berat, solusinya adalah hunian tetap. Pemerintah hadir agar masyarakat tidak dibiarkan menghadapi kondisi ini sendiri,” kata Suharyanto.
Bagi warga dengan rumah rusak berat yang masih menunggu pembangunan hunian tetap, pemerintah menyiapkan dua pilihan tempat tinggal sementara. Penyintas dapat menerima dana tunggu hunian sebesar Rp600 ribu per bulan atau menempati hunian sementara yang disiapkan untuk setiap kepala keluarga.
Penentuan besaran bantuan dan jenis penanganan rumah akan mengacu pada hasil pendataan serta verifikasi kerusakan. BNPB meminta pemerintah daerah memastikan klasifikasi rumah rusak ringan, sedang, dan berat dilakukan secara akurat sebelum bantuan disalurkan.
“Yang paling penting sekarang datanya harus benar. Rumah mana yang rusak ringan, sedang, dan berat harus didata dengan baik. Setelah diverifikasi dan divalidasi, kita bisa segera menentukan bantuan dan mulai proses pembangunannya,” kata Suharyanto.
Baca Juga: Hari Keempat Operasi SAR Gempa Flores, 70 Orang Meninggal dan 608 Korban Terdata
Pemerintah Kabupaten Ende juga diminta mempercepat koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) agar pendataan warga terdampak tidak mengalami keterlambatan. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan setiap keluarga terdampak tercatat dan dapat menerima penanganan sesuai kondisi rumah masing-masing.
“Kita ingin bantuan ini segera sampai kepada masyarakat. Karena itu, pendataan jangan sampai lambat. Pastikan tidak ada warga terdampak yang terlewat dan tidak ada data yang keliru. Setelah datanya selesai dan terverifikasi, kita bergerak,” kata Suharyanto.
Di lokasi pengungsian, perhatian turut diarahkan kepada anak-anak penyintas. Suharyanto menemui mereka dan menyerahkan bingkisan berupa makanan ringan serta mainan sebagai dukungan selama mereka menjalani masa pengungsian.
Baca Juga: Gempa Guncang Flores, Mentan Amran Kerahkan 5.386 Ton Beras untuk Empat Kabupaten
BNPB juga menyalurkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang masih tinggal di lokasi pengungsian.
Bantuan tersebut diberikan selama proses penanganan darurat berjalan dan sebelum masyarakat dapat kembali ke tempat tinggal yang dinyatakan aman.
Pendampingan terhadap warga terdampak akan dilanjutkan dari penanganan kebutuhan dasar hingga pemulihan rumah dan pembangunan hunian bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
Baca Juga: Gempa M7, 7 Guncang Flores, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk Sejumlah Wilayah