REPORTASENTT.COM, BORONG — Pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, mendapat penguatan. RSUD Borong menerima dukungan tenaga medis untuk menangani pasien yang mengalami cedera serta membutuhkan perawatan lanjutan.
Penguatan layanan dilakukan di tengah penanganan warga pascagempa yang masih berlangsung.
Kehadiran dokter dengan keahlian khusus diperlukan untuk mendukung tenaga kesehatan rumah sakit dalam menangani berbagai kondisi pasien.
Baca Juga: Bantu Warga Terdampak Gempa, 200 Prajurit Yonif TP 877 Diterjunkan ke Manggarai Timur
Direktur RSUD Borong, dr. Kresensia Nensy, M.A.R.S., mengatakan sejumlah dokter spesialis telah bergabung dalam pelayanan rumah sakit selama masa tanggap darurat.
“Saat ini di RSUD Borong ada dokter ortopedi, ortopedi anak, bedah, dan anestesi. Mereka bersama kita sampai 29 Agustus 2026,” kata Nensy saat ditemui di RSUD Borong, Selasa (25/8/2026).
Menurut Nensy, dukungan tenaga medis tersebut turut memperkuat kapasitas RSUD Borong dalam menangani pasien dengan kondisi yang membutuhkan keahlian spesialis, terutama warga yang mengalami cedera akibat gempa.
Baca Juga: Aktivitas Gempa Masih Berlangsung, Pemprov NTT Perpanjang Tanggap Darurat Flores
Tim medis yang diterjunkan terdiri atas delapan tenaga kesehatan. Enam di antaranya berasal dari RSUP Ngoerah Denpasar, sedangkan dua tenaga kesehatan lainnya berasal dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Muhammadiyah Yogyakarta.
Nensy mengatakan keberadaan tim tersebut juga memberikan dukungan bagi tenaga kesehatan RSUD Borong selama penanganan darurat bencana berlangsung.
“Tim medis akan berada di RSUD Borong hingga 29 Agustus 2026 untuk membantu menangani pasien dan mendukung tenaga kesehatan setempat,” kata Nensy.
Baca Juga: Bupati Nagekeo Ungkap Dampak MBG di Tengah Bencana Gempa kepada Prabowo
Ia berharap dukungan tersebut dapat mempercepat penanganan pasien serta menjaga pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan secara optimal selama masa pascagempa.
Kebutuhan terhadap tenaga medis dengan keahlian khusus meningkat seiring masih adanya warga yang mengalami luka dan memerlukan pemeriksaan serta perawatan lanjutan. RSUD Borong pun kini diperkuat delapan tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis ortopedi, ortopedi anak, bedah, dan anestesi, hingga 29 Agustus 2026. (Yos Syukur***)