REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Berdasarkan pantauan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Wulanggitang, Flores Timur, Kamis sekitar pukul 10.10 WITA, Gunung Lewotobi Laki-laki memuntahkan awan panas guguran sejauh kurang lebih tiga kilometer ke arah utara timur laut.
"Tinggi kolom erupsi mencapai 5000 meter di atas puncak. Erupsi disertai gemuruh. 7 Nov 2024. 11:15 WITA," demikian dikatakan Anselmus Bobyson Lamanepa, pengamat Gunung Lewotobi Laki-laki di Wulanggitang, Flores Timur, dalam keterangannya dikutip dari laman facebooknya.
Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki juga diimbau untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, serta tenang dan mengikuti arahan pemerintah setempat dan tidak mempercayai isu-isu yang sumbernya tidak jelas.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dalam keterangannya menjelaskan, erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi sementara ini lebih kurang 24 menit 5 detik.
Selain itu, aparat kepolisian setempat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Basarnas juga menutup akses jalan yang melintasi wilayah dalam radius tersebut.
Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, masyarakat yang berada dalam radius 7 km dari puncak gunung diminta mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki juga diimbau untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, serta tenang dan mengikuti arahan pemerintah setempat dan tidak mempercayai isu-isu yang sumbernya tidak jelas.
Gunung Lewotobi laki- laki saat ini berada pada Status Level IV atau Awas, yang merupakan tingkat kewaspadaan tertinggi.
Akibat peningkatan aktivitas vulkanik ini, masyarakat dan para pengunjung diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 7 km dari pusat erupsi.
Peningkatan status ini dilakukan demi keselamatan warga sekitar, mengingat potensi bahaya berupa erupsi eksplosif dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu.