REPORTASENTT.COM- Pulau- pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT), dikelilingi oleh sejumlah gunung api aktif yang menjadi bagian dari Lingkaran Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire).
Cincin Api Pasifik ini merupakan jalur gunung berapi aktif dan zona gempa yang membentang sepanjang Samudra Pasifik, yang rentan terhadap aktivitas seismik.
Keberadaan gunung-gunung ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat karena potensi erupsi yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
Baca Juga: Gunung Lewotobi Laki- laki Muntahkan Awan Panas Guguran ke Arah Utara - Timur Laut Sejauh 3 KM
Dikutip dari Wikipedia, cincin Api Pasifik atau Lingkaran Api Pasifik (bahasa Inggris: Pacific Ring of Fire) adalah daerah yang sering mengalami gempa bumi, letusan gunung berapi dan tsunami yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik.
Daerah ini berbentuk seperti tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40.550 km, dan mengelilingi Samudera Pasifik.
Daerah ini juga sering disebut sebagai sabuk gempa Pasifik.
Cincin Api Pasifik memiliki antara 750 dan 915 gunung berapi aktif atau tidak aktif, atau sekitar dua pertiga dari total gunung berapi dunia. Jumlah pasti gunung berapi di Cincin Api ini bergantung pada wilayah mana yang termasuk di dalamnya.
Cincin Api Pasifik adalah wilayah yang sering mengalami gempa dan letusan gunung api. Hal ini disebabkan oleh titik-titik panas di dalam mantel Bumi yang menyebabkan batu mencair dan membentuk magma. Magma kemudian mendorong melalui retakan di kerak Bumi untuk membentuk gunung berapi.
Menurut data dari Bulletin of The Volcanological Survey tahun 1982, terdapat setidaknya 23 gunung berapi aktif di NTT. Gunung-gunung ini tersebar di beberapa pulau, termasuk Flores, Palue, Adonara, Lembata, Alor, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Baca Juga: Kepala BNPB RI Imbau Warga Mau Direlokasi Demi Hindari Bahaya Erupsi Gunung Lewotobi Laki- laki
Sebanyak 15 gunung berapi ini perlu diwaspadai lantaran punya frekuensi letusan yang tinggi. Kelima belas gunung tersebut adalah Inie Lika, Inie Rie, Ebulobo, Iya, Kelimutu, Rokatenda, Egon, Lewotobi Laki-Laki, Lewotobi Perempuan, Ile Boleng, Lere Boleng, Lewotolok (Ile Ape), Ile Werung.
Ada dua gunung berapi di bawah laut, yakni Gunung Batutara dan Gunung Hobal. Kedua gunung bawah laut itu pernah mengeluarkan material erupsi yang berdampak pada masyarakat di Pulau Lembata.