REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M kembali ke Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur pada Minggu (24/11).
Dalam kunjungan tersebut, Letjen TNI Dr. Suharyanto memberikan kabar baik kepada warga yang enggan tinggal di hunian sementara yang telah disediakan oleh pemerintah.
Letjen TNI Dr. Suharyanto menyampaikan bahwa bagi warga yang memilih tidak tinggal di hunian sementara, pemerintah akan memberikan dana tunggu hunian.
Baca Juga: Wisuda 84 Mahasiswa IKTL, Rektor Imelda Tekankan Pentingnya Strategi Peningkatan Kompetensi Lulusan
Dana ini diberikan setiap bulan selama jangka waktu tertentu untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari sambil menunggu pembangunan hunian tetap rampung.
“Pemerintah memahami bahwa tidak semua warga nyaman tinggal di hunian sementara. Oleh karena itu, kami menyediakan dana tunggu hunian agar mereka tetap bisa bertahan sambil menunggu rumah permanen selesai dibangun,” ujar Letjen TNI Suharyanto.
Pada kesempatan yang sama, Letjen TNI Suharyanto menjelaskan semua lokasi yang akan dijadikan hunian tetap ini masih terus dilakukan perencanaan yang matang.
Baca Juga: Momentum Hari Guru, IKTL Waibalun Wisuda 84 Mahasiswa
Karena kata dia, lahan yang akan dijadikan relokasi berasal dari bermacam- macam kepemilikan, ada yang menggunakan Kawasan hutan lindung, hibah dari masyarakat dan adat.
"Selagi hunian tetap dibangun oleh pemerintah, juga disiapkan hunian sementara," ungkapnya.
Kepala BNPB juga memastikan bahwa semua warga baik yang menghuni hunian sementara ataupun menumpang di kerabat, dijamin akan mendapatkan hunian tetap.
Baca Juga: KPU Flores Timur Resmi Tetapkan TPS Relokasi untuk Pemilih Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi
Berdasarkan data sementara, BNPB akan menyiapkan hunian sementara sebanyak 442 unit yang dapat digunakan oleh lebih dari 2.000 kepala keluarga. Adapun tipe kopel 5 yaitu satu unit hunian sementara terdiri dari 5 kepala keluarga.