news

Satpolair Polres Ende Selamatkan Bayi 10 Hari di Tengah Laut, Aksi Cepat Tanggap di Tengah Insiden Kapal Mogok

Sabtu, 30 November 2024 | 09:03 WIB
Proses Evakuasi rombongan Puskesmas Ahmad Yani Pulau Ende. (Foto/ Humas Polres Ende )

 

REPORTASENTT.COM, ENDE- Sebuah aksi heroik yang ditunjukkan oleh personel Satuan Kepolisian Perairan (Satpolair) Polres Ende, pada Jumat (29/11/2024) ketika melakukan evakuasi darurat di tengah laut.

Insiden ini terjadi setelah kapal yang membawa seorang bayi laki-laki berusia 10 hari, dalam kondisi kritis, mengalami kerusakan mesin saat dalam perjalanan dari Pulau Ende menuju RSUD Ende.

Menurut personil Satpolair Polres Ende, Brigpol Anwar Karim, pihaknya menerima laporan sekitar pukul 15.00 WITA dari seorang warga Pulau Ende bernama Agun Darmawan.

 Baca Juga: TNI dan BNPB Percepat Pembangunan Huntara untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi

"Agun melaporkan bahwa kapal yang mereka tumpangi bersama petugas Puskesmas Ahmad Yani Pulau Ende mengalami kerusakan mesin di tengah laut, antara Pulau Ende dan Kota Ende. Kapal tersebut membawa bayi yang membutuhkan rujukan medis darurat," jelas Brigpol Anwar.

Menanggapi laporan tersebut, Satpolair Polres Ende bergerak cepat.

"Kami segera menurunkan tim penyelamat sekitar pukul 15.20 WITA menggunakan speedboat bermesin 300 PK. Kami juga membawa tabung oksigen medis untuk memastikan pasien tetap stabil selama proses evakuasi," tambah Anwar.

 Baca Juga: Melki Laka Lena Rayakan Kemenangan Pilgub NTT di Posko Pengungsian Erupsi Gunung Lewotobi

Proses evakuasi berjalan lancar. Bayi tersebut bersama rombongan akhirnya berhasil dievakuasi ke daratan, di mana sebuah ambulans sudah menunggu di dermaga Mbongawani untuk melanjutkan perjalanan ke RSUD Ende.

Menurut informasi yang dihimpun, bayi tersebut belum diberi nama dan kondisinya sempat sangat kritis saat masih berada di Puskesmas.

Namun, berkat kerja cepat dan dedikasi para petugas, bayi itu kini mendapatkan penanganan medis intensif di RSUD.

Tags

Terkini