Siapa Achmad Peten Sili, yang Merelakan Lahan Warisan Leluhur untuk Stadion Apebuan di Adonara

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Minggu, 1 Juni 2025 | 22:16 WIB
Achmad Peten Sili/ pemilik lahan stadion Apebuan. (Foto istimewa/ desain By Tim REPORTASENTT)
Achmad Peten Sili/ pemilik lahan stadion Apebuan. (Foto istimewa/ desain By Tim REPORTASENTT)




REPORTASENTT.COM, ADONARA-   Nama Achmad Peten Sili, SH, MH, kini menjadi sorotan publik di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, menyusul peresmian Stadion Apebuan yang dibangun di atas lahan kelapa warisan leluhur keluarganya.
 
Stadion mini berstandar nasional pertama di wilayah ini akan diresmikan pada 21 Juni 2025 oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.

Achmad Peten Sili adalah seorang hakim senior dengan pengalaman panjang di lingkungan peradilan Indonesia.
 
 
 
 
Ia pernah menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari Ketua Pengadilan Negeri Kuala Tungkal, Ketua Pengadilan Negeri Tabanan, hingga kini menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Manado.

Jejak Karier dan Dedikasi

Sejak tahun 2016, Achmad Peten Sili telah menunjukkan kepemimpinan yang kuat di berbagai daerah.
 
Saat memimpin Pengadilan Negeri Kuala Tungkal, ia berhasil membawa lembaga peradilan tersebut meraih akreditasi "A" dan menduduki posisi 10 besar pengadilan terbaik di Indonesia.
 
Kariernya berlanjut dengan jabatan Ketua PN Tabanan dan kini di Manado.
 
 


Tak hanya aktif di bidang peradilan, ia juga dikenal aktif dalam pendidikan hukum dan demokrasi lokal, antara lain memberikan kuliah umum di Universitas Negeri Gorontalo dan melantik anggota DPRD Kota Gorontalo serta Bone Bolango pada tahun 2024.

Dari Lahan Warisan Jadi Stadion

Stadion Apebuan berdiri di atas lahan kelapa seluas tiga hektar milik keluarga besar keturunan HAJI Ape Reko dan HAJI Buan Reko, tokoh masyarakat yang juga pegiat sepak bola.
 
Keputusan mengalihfungsikan lahan kelapa ini menjadi fasilitas olahraga lahir dari inisiatif dan donasi pribadi Achmad Peten Sili.

“Ini bukan hanya soal bangunan fisik, tapi warisan nilai, tentang semangat, persatuan, dan kecintaan terhadap olahraga,” katanya kepada Reportasentt, Sabtu (1/6/2025).
 
 
 


Stadion ini memiliki kapasitas tribun hingga 10.000 penonton dengan fasilitas pendukung seperti area parkir, tribun VIP, dan rumput lapangan yang terawat.
 
Warna biru muda pada tribun utama menjadi penghormatan kepada Ahmad Johan, donatur utama dan pemilik klub sepak bola lokal Biru Muda Perkasa.

Harapan untuk Sepak Bola Flores Timur

Selama ini, Flores Timur tertinggal dalam penyelenggaraan event sepak bola besar seperti ETMC (El Tari Memorial Cup) akibat keterbatasan infrastruktur.
 
Dengan hadirnya Stadion Apebuan, harapan untuk kembali menjadi tuan rumah ajang gelaran tersebut semakin terbuka lebar.

Pada bulan April 2025 lalu, patung HAJI Ape Reko dan HAJI Buan Reko dipasang di gerbang stadion sebagai simbol penghormatan terhadap leluhur.
 
 
 


Peresmian stadion dihadiri ribuan undangan dari delapan kecamatan di Adonara.


Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X