Kredit Usaha Mikro dan Kecil Anjlok! DPR RI Sebut Ekonomi NTT Terancam Stagnan, Ini Seruan Mendesaknya!

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Minggu, 1 Juni 2025 | 11:16 WIB
Anggota Komisi XI DPR RI, Muhammad Kholid, saat pertemuan dengan Kementerian Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Manggarai Barat, NTT, Rabu (28/05/2025). (Foto: Singgih/vel)
Anggota Komisi XI DPR RI, Muhammad Kholid, saat pertemuan dengan Kementerian Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Manggarai Barat, NTT, Rabu (28/05/2025). (Foto: Singgih/vel)

REPORTASENTT.COM, MANGGARAI BARAT- Alarm merah berbunyi untuk sektor usaha mikro dan kecil!
 
Anggota Komisi XI DPR RI, Muhammad Kholid, mengungkap keprihatinan mendalam atas anjloknya penyaluran kredit ke sektor ini, terutama di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
 
Bahkan, ia menyebut situasi ini bisa menghambat pertumbuhan ekonomi lokal secara serius!
 
 
 

“Kredit usaha mikro dan kecil menurun. Ini tanda tanya besar, apalagi di tengah melambatnya pertumbuhan kredit nasional. Apa yang sebenarnya sedang terjadi?” kata Kholid saat Kunjungan Kerja Komisi XI DPR RI bersama Kementerian Keuangan, LPS, dan OJK di Manggarai Barat, Rabu (28/5/2025).

Politisi dari Fraksi PKS itu menyuarakan kegelisahan atas lemahnya dukungan sektor keuangan terhadap industri lokal.
 
Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah harus segera bersinergi dengan sektor jasa keuangan demi menyelamatkan geliat ekonomi rakyat.
 
 


“Sektor keuangan seharusnya jadi tulang punggung industri lokal. Kalau tidak ada kolaborasi nyata, jangan heran kalau ekonomi daerah mandek,” tegasnya.

Tak hanya itu, Kholid juga menyoroti potensi besar NTT seperti pariwisata, pertanian, hingga transportasi yang saat ini belum digarap maksimal karena terbentur masalah permodalan.
 
Ia menilai, akses kredit yang mudah dan terarah adalah kunci utama kebangkitan ekonomi NTT.
 
 


“Kita butuh peta kebutuhan kredit di NTT agar bank dan OJK bisa langsung tembak sasaran. Jangan sampai pelaku usaha lokal terus tertatih hanya karena tak punya akses modal,” ujarnya.

Kholid pun memperingatkan: tanpa intervensi nyata dan afirmasi kebijakan yang pro-UMKM, pembangunan ekonomi NTT bisa jalan di tempat!
 
Ia mendorong adanya langkah konkret dari seluruh pemangku kepentingan, sebelum semuanya terlambat.
 
 


“Kalau tidak ada afirmasi seperti itu, maka proses pembangunan akan stagnan. Kita ingin ada progres signifikan bagi sektor ekonomi lokal!” tutupnya.

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X