REPORTASENTT.COM, JAWA BARAT- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendapat kunjungan tak terduga dari sekelompok suporter Persikas Subang.
Bukan hanya membawa permintaan maaf, mereka juga melontarkan permintaan mengejutkan, meminta Dedi Mulyadi jadi investor klub!
Momen itu terekam dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadi Dedi Mulyadi pada Sabtu (31/5).
Baca Juga: Bisnis Gelap Jual Beli Bayi di Ngawi: Modus Adopsi, Untung Rp4 Juta Per Anak
Dalam video tersebut, para suporter tampak menyambangi kediaman Dedi setelah insiden keributan yang terjadi saat acara sang gubernur di Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Subang, Rabu (28/5) lalu.
"Intinya begini pak, saya kesini mau minta maaf," ujar salah satu suporter dalam pertemuan itu.
Namun suasana hangat berubah menjadi penuh harapan saat suporter menyuarakan kekhawatiran mereka, jangan sampai klub kebanggaan warga Subang itu diambil alih oleh daerah lain.
Baca Juga: Tolong, Saya Masih Hidup!, Detik- detik Mencekam Korban Longsor Tambang Gunung Kuda Tertimbun 30 Menit
"Semoga Pak Bupati (Subang) mendengar supaya Persikas tidak diakuisisi daerah lain," lanjutnya.
Tak berhenti di situ, salah satu permintaan paling mengejutkan datang ketika Dedi Mulyadi bertanya siapa investor yang akan membiayai Persikas.
Dengan santai namun serius, para suporter menyebut nama Dedi Mulyadi secara langsung.
Baca Juga: Tak Hanya Soal Tawuran, Ini Alasan Tokoh Masyarakat Alor Desak Damai Secepatnya
"Sama bapak saja (investornya)," celetuk seorang suporter disambut tawa.
Dedi pun menjawab dengan gaya khasnya.
"Tidak mau saya," ucapnya sambil tertawa, mencairkan suasana.
Baca Juga: Ramai Video Bersulang Prabowo- Macron, Istana Bongkar Fakta Sebenarnya: Bukan Wine, Tapi Ini!
Momen itu seketika viral di kalangan netizen, terutama di komunitas sepak bola lokal.
Banyak yang mengapresiasi sikap terbuka Dedi Mulyadi, meski masih enggan menjadi investor.
Artikel Terkait
Kuliah Rasa TKI? DPR Soroti Kampus di Indonesia Kirim Mahasiswa Magang Jadi Pemetik Buah dan ART di Luar Negeri
Tak Hanya Soal Tawuran, Ini Alasan Tokoh Masyarakat Alor Desak Damai Secepatnya
Dipulangkan Tapi Masih Tersangka: 16 Mahasiswa Trisakti Terancam Jeruji Meski Sudah di Rumah
"Tolong, Saya Masih Hidup!", Detik- detik Mencekam Korban Longsor Tambang Gunung Kuda Tertimbun 30 Menit
Bisnis Gelap Jual Beli Bayi di Ngawi: Modus Adopsi, Untung Rp4 Juta Per Anak