REPORTASENTT.COM, KUPANG- Suasana malam di Kota Kupang mendadak ramai saat sekelompok pemuda dibubarkan oleh polisi.
Mereka diduga hendak menggelar lomba lari kaki di jalan umum, yang bisa saja berujung pada gangguan keamanan. Apa sebenarnya yang terjadi?
Dalam upaya menciptakan rasa aman dan nyaman di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, Satuan Samapta Polresta Kupang Kota meningkatkan intensitas patroli malam.
Dalam upaya menciptakan rasa aman dan nyaman di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, Satuan Samapta Polresta Kupang Kota meningkatkan intensitas patroli malam.
Baca Juga: Didatangi Suporter, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Diminta Jadi Investor Persikas: 'Tidak Mau Saya!
Langkah ini disebut sebagai bagian dari tindakan preventif untuk mencegah tindak kejahatan dan menjaga ketertiban masyarakat.
Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol. Aldinan R.J.H Manurung menegaskan bahwa patroli dilakukan secara rutin dengan menyasar titik-titik rawan seperti permukiman padat, kompleks pertokoan, tempat nongkrong masyarakat, hingga ruas jalan utama yang rawan aksi kriminal.
"Kami ingin memastikan situasi Kamtibmas yang kondusif, dan masyarakat merasa terlindungi dalam beraktivitas di malam hari," ujarnya, Minggu (1/6).
Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol. Aldinan R.J.H Manurung menegaskan bahwa patroli dilakukan secara rutin dengan menyasar titik-titik rawan seperti permukiman padat, kompleks pertokoan, tempat nongkrong masyarakat, hingga ruas jalan utama yang rawan aksi kriminal.
"Kami ingin memastikan situasi Kamtibmas yang kondusif, dan masyarakat merasa terlindungi dalam beraktivitas di malam hari," ujarnya, Minggu (1/6).
Namun yang menarik, saat menyusuri Jalan Sudirman dan kawasan Kuanino, petugas menemukan kelompok pemuda, baik laki-laki maupun perempuan, yang tengah berkumpul dan bersiap melakukan lomba lari malam.
“Kami lakukan pendekatan persuasif dan minta mereka bubar. Ini untuk mencegah potensi gangguan keamanan,” ungkap Kombes Aldinan.
“Kami lakukan pendekatan persuasif dan minta mereka bubar. Ini untuk mencegah potensi gangguan keamanan,” ungkap Kombes Aldinan.
Bukan hanya membubarkan kerumunan, polisi juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor bila menemukan aktivitas mencurigakan.
Baca Juga: Dipulangkan Tapi Masih Tersangka: 16 Mahasiswa Trisakti Terancam Jeruji Meski Sudah di Rumah
Bahkan, Call Center bebas pulsa 110 disiagakan untuk aduan 24 jam.
Kapolresta juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak, terutama di malam hari.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Orang tua harus tahu di mana anak-anaknya berada saat malam,” tegasnya.
Kapolresta juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak, terutama di malam hari.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Orang tua harus tahu di mana anak-anaknya berada saat malam,” tegasnya.
Baca Juga: Misteri Kerangka di Jurang Ende Terungkap: Diduga Pemuda Asal Kalimantan yang Hilang Sejak April
Patroli ini tak hanya dilakukan oleh Samapta, tapi juga melibatkan Satuan Lalu Lintas untuk mengantisipasi balapan liar dan tindakan ugal-ugalan.
Polsek jajaran Polresta Kupang Kota juga turut serta demi menjaga situasi tetap kondusif.
“Kami berkolaborasi dalam menjalankan tugas agar Kota Kupang tetap aman dan nyaman bagi semua warga,” tutup Kapolresta.
“Kami berkolaborasi dalam menjalankan tugas agar Kota Kupang tetap aman dan nyaman bagi semua warga,” tutup Kapolresta.
Artikel Terkait
Tak Hanya Soal Tawuran, Ini Alasan Tokoh Masyarakat Alor Desak Damai Secepatnya
Dipulangkan Tapi Masih Tersangka: 16 Mahasiswa Trisakti Terancam Jeruji Meski Sudah di Rumah
"Tolong, Saya Masih Hidup!", Detik- detik Mencekam Korban Longsor Tambang Gunung Kuda Tertimbun 30 Menit
Bisnis Gelap Jual Beli Bayi di Ngawi: Modus Adopsi, Untung Rp4 Juta Per Anak
Didatangi Suporter, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Diminta Jadi Investor Persikas: 'Tidak Mau Saya!