REPORTASENTT.COM- Jelang kejuaraan balap motor yang diselenggarakan di kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Desa Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) persiapkan langkah pengamanan ketat .
Area pengamanan balapan MotoGP Indonesia 2024 yang akan resmi mulai digelar pada hari ini, Jumat 27 hingga 29 September 2024, akan dibagi dalam beberapa Zona.
Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Polda NTB, Kombes Pol. Suprayitno, SH, SIK, menerangkan bahwa pengamanan MotoGP tahun ini akan terbagi menjadi tiga zona utama.
Baca Juga: Polisi Selamatkan Korban dari Kebakaran Dua Rumah Kontrakan, Kapolsek Perintahkan Hal Ini!
Hal ini dilakukan berdasarkan hasil evaluasi dari penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Kombes Suprayitno menegaskan peningkatan pengamanan ini sangat penting untuk dilakukan, terutama untuk menyambut tamu-tamu penting seperti Presiden Republik Indonesia yang direncanakan akan menonton ajang bergengsi dunia ini.
“Selain itu, sistem counterflow juga akan tetap diterapkan untuk mempermudah perjalanan rombongan VIP dan VVIP menuju sirkuit mandalika,” katanya dalam apel pengamanan Operasi Mandalika Gatari 2024 di sirkuit mandalika, Kamis (26/09), pagi kemarin.
Baca Juga: Drama di Perairan Labuan Bajo: Polisi Bekuk Dua Pelaku Penipuan Rp250 Juta Tanpa Perlawanan!
Kombes Suprayitno menjelaskan bahwa zona merah akan mencakup area sirkuit Mandalika, sedangkan zona hijau meliputi area di dalam dan sekitar sirkuit.
Zona tengah terkonsentrasi pada pengelolaan shuttle bus dan area parkir, yang kerap menjadi titik krusial dalam kelancaran arus penonton.
“Kami bertindak sesuai aturan. Tidak ada akses tanpa tiket, begitu juga kendaraan yang tidak memiliki stiker khusus tidak boleh masuk,” tegas Kombes Pol. Suprayitno.
Baca Juga: Pj Bupati Flotim Berkomitmen Atasi 13 Ribu KTP Elektronik yang Belum Dimiliki Warga
Salah satu perubahan signifikan dalam pengamanan tahun ini, lanjut Dir Pamobvit Polda NTB adalah sistem akses untuk tamu VIP dan VVIP.
Artikel Terkait
RS Polri: Tujuh Keluarga Serahkan Data Antemortem untuk Identifikasi Jasad Remaja, Apa yang Terjadi?
Perjuangan Viki Jemadu: Bocah 12 Tahun Asal Lembor yang Kembali ke Sekolah Berkat Bantuan Tak Terduga dari Kapolsek
ABK Kapal Tenggelam di Pelabuhan Terong Ditemukan: Temuan Mengejutkan Nelayan di Hari Kelima Pencarian
Drama di Perairan Labuan Bajo: Polisi Bekuk Dua Pelaku Penipuan Rp250 Juta Tanpa Perlawanan!
Polisi Selamatkan Korban dari Kebakaran Dua Rumah Kontrakan, Kapolsek Perintahkan Hal Ini!