ABK Kapal Tenggelam di Pelabuhan Terong Ditemukan: Temuan Mengejutkan Nelayan di Hari Kelima Pencarian

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Rabu, 25 September 2024 | 20:19 WIB
Tim Sar saat hendak mengevakuasi korban.  (Foto/ Dok SAR)
Tim Sar saat hendak mengevakuasi korban. (Foto/ Dok SAR)

REPORTASENTT.COM, ADONARA- Tim SAR berhasil menemukan Anak Buah Kapal (ABK) KM Rahmat Hidayat, bernama Muhammad Iksan Eke (28), yang tenggelam di Pelabuhan Terong, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, dalam kondisi meninggal dunia pada hari kelima pencarian.

Penemuan ini terjadi setelah tim melakukan persiapan pencarian pagi tadi, Rabu (25/9/2024), namun pada pukul 05.00 WITA, mereka menerima informasi dari nelayan setempat bahwa korban telah ditemukan dalam kondisi mengapung di perairan.

Jarak ditemukan korban sekitar 150 meter dari lokasi kejadian.

 Baca Juga: RS Polri: Tujuh Keluarga Serahkan Data Antemortem untuk Identifikasi Jasad Remaja, Apa yang Terjadi?

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Supriyanto Ridwan selaku SMC (SAR Missilon Coordinator), menjelaskan kronologi insiden tersebut.

Kejadian bermula pada tanggal 20 September 2024, pukul 19.20 WITA, ketika korban bersama lima (5) rekannya tengah berusaha menarik jangkar kapal yang larat (tersangkut), akibat angin kencang dan gelombang besar.

Dalam upaya tersebut, korban jatuh ke laut. Rekan-rekan korban bersama nelayan dan masyarakat setempat sempat berusaha melakukan pencarian, namun hingga laporan dibuat, korban belum berhasil ditemukan.

 Baca Juga: RS Polri: Tujuh Keluarga Serahkan Data Antemortem untuk Identifikasi Jasad Remaja, Apa yang Terjadi?

Setelah upaya pencarian yang berlangsung selama lima hari, kabar penemuan korban oleh nelayan menjadi akhir tragis dari insiden ini.

Korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, dan segera dievakuasi oleh Nelayan setempat dan Tim SAR gabungan.

"Kami sangat berterima kasih kepada para nelayan yang telah membantu evakuasi korban. Tanpa mereka sadari mereka sudah terlibat dalam bagian Tim SAR Gabungan, dan kami turut berduka cita atas kejadian ini, dengan ditemukannya korban operasi SAR resmi ditutup," tandas ridwan diakhir wawancara.

 

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X