Harapan Arsenal untuk Gelar Liga Semakin Menipis setelah Hasil Imbang Melawan Aston Villa

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Minggu, 19 Januari 2025 | 10:50 WIB
Suportser Arsenal dan Manajer Arsenal, Mikel Arteta. (Foto instagram Arsenal/ diiedit oleh tim Reportase NTT)
Suportser Arsenal dan Manajer Arsenal, Mikel Arteta. (Foto instagram Arsenal/ diiedit oleh tim Reportase NTT)


REPORTASENTT.COM, LONDON-  Manajer Arsenal, Mikel Arteta, terlihat terpukul setelah timnya hanya mampu bermain imbang melawan Aston Villa pada pertandingan yang berlangsung di Emirates Stadium, Rabu (17/1/2025).
 
Pada menit kelima injury time, Leandro Trossard gagal memanfaatkan peluang terakhir Arsenal untuk mencetak gol, yang membuat harapan mereka untuk terus bersaing dalam perebutan gelar Liga Primer Inggris semakin pudar.

Pertandingan ini ditandai oleh sejumlah momen krusial. Salah satunya, peluang emas Mikel Merino yang membentur tangan Kai Havertz dan kemudian tiang gawang.
 
 
Arsenal, yang sempat unggul 2-0, gagal mempertahankan keunggulan dan harus puas dengan hasil imbang 2-2.
 
Situasi ini membuat Arsenal kembali tertinggal enam poin dari Liverpool, yang sebelumnya berhasil mencetak dua gol di masa injury time untuk mengamankan kemenangan.

Arsenal tampil dominan di sebagian besar pertandingan tetapi kerap kesulitan mengonversi peluang menjadi gol.
 
 
Setelah mencetak gol kedua di awal babak kedua, permainan mereka melambat.
 
Gol balasan Villa datang melalui umpan silang Lucas Digne yang disambut sundulan Youri Tielemans, diikuti gol penyama kedudukan oleh Ollie Watkins setelah kesalahan Thomas Partey dalam menjaga posisi.

Ironisnya, statistik menunjukkan bahwa Arsenal memiliki angka harapan gol (xG) lebih tinggi dari lawan dalam 20 dari 21 pertandingan terakhir mereka.
 
 
Namun, dominasi ini belum cukup untuk memberikan hasil maksimal, terutama dalam pertandingan yang seharusnya dapat mereka menangkan dengan mudah.

Musim ini, Arsenal diterpa badai cedera. Bukayo Saka dan Martin Odegaard, dua pemain kunci, hanya bermain bersama dalam 12 dari 33 pertandingan Arsenal musim ini.
 
Persentase kemenangan Arsenal dengan kehadiran keduanya mencapai 67 persen, namun angka ini turun menjadi 52 persen saat keduanya absen. Kehilangan Gabriel Jesus akibat cedera lutut juga memberikan dampak besar pada lini serang mereka.
 
Baca Juga: Rekor Fantastis Terkoyak! PERSIB Bandung Tumbang di Kandang Sendiri oleh Dewa United

Perekrutan musim panas seperti Riccardo Calafiori dan Mikel Merino dianggap kurang mampu mengatasi kelemahan mendasar dalam skuad.
 
Absennya seorang penyerang tengah yang mematikan di kotak penalti menjadi salah satu alasan mengapa Arsenal kesulitan mencetak gol dalam pertandingan- pertandingan penting.

Di sisi lain, kelemahan di lini belakang turut menjadi perhatian.
 
 
 
Ketidakhadiran William Saliba terlihat signifikan, tetapi kesalahan mendasar seperti yang terjadi setelah gol Tielemans menunjukkan bahwa masalah Arsenal tidak hanya terletak pada absennya pemain kunci, melainkan juga pada disiplin taktis dan konsistensi tim.
 
Baca Juga: Evakuasi di Bawah Langit Kelabu Gunung Ibu, Maluku Utara

Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, Arsenal menghadapi tantangan besar untuk memperkecil jarak dengan Liverpool.
 
Tim asuhan Jurgen Klopp itu telah menunjukkan ketajaman luar biasa musim ini, terutama dalam momen-momen krusial.

Mikel Arteta harus menemukan solusi untuk mengatasi masalah mencetak gol dan menguatkan lini pertahanan jika ingin tetap menjaga peluang dalam perburuan gelar.

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X