REPORTASENTT.COM- Mantan bintang Real Madrid, Gareth Bale, ternyata punya ketakutan yang cukup mengejutkan setelah gantung sepatu: takut bangkrut.
Padahal, sepanjang kariernya, pemain asal Wales itu telah menghasilkan jutaan dolar dari gaji dan kontrak komersial mewah.
Bale, kini berusia 36 tahun, bermain untuk Real Madrid sejak 2013 hingga 2022 dengan gaji fantastis, mencapai £29 juta per tahun (sekitar Rp580 miliar).
Ia kemudian menutup kariernya bersama Los Angeles FC pada 2023.
Dalam wawancaranya dengan Front Office Sports, Bale mengakui bahwa ia sering membaca kisah sedih tentang para mantan atlet yang kehilangan kekayaan setelah pensiun.
“Itu sesuatu yang selalu saya takutkan,” kata Bale, dikutip dari Sportnieuws.
“Banyak mantan pemain bangkrut setelah karier gemilang mereka karena tidak tahu cara mengelola uang.”
Hidup Hemat dan Mulai Berinvestasi
Tak ingin bernasib sama, Bale memutuskan untuk hidup hemat dan berinvestasi sejak dini.
“Banyak atlet hidup dengan gaya mewah. Saya mencoba untuk tidak melakukannya. Saya selalu berpikir, apa yang akan saya lakukan setelah pensiun? Ketika tidak ada gaji lagi, bagaimana kita mengatur hidup?” ujarnya.
Mantan pemain Tottenham Hotspur itu kini menyalurkan fokusnya ke berbagai bisnis, terutama di Cardiff, kampung halamannya.
Ia memiliki bar dengan lapangan mini-golf, sejalan dengan hobinya di dunia golf. Selain itu, Bale juga menjadi analis di TNT Sports untuk laga Liga Champions dan menjalin kemitraan komersial dengan BMW.
Ingin Selamatkan Klub Kelahiran
Menariknya, Bale juga bermimpi untuk membeli klub Cardiff City, tim yang dulu ia dukung sejak kecil.
“Klub ini punya potensi besar dan sudah berjuang selama bertahun-tahun. Kami ingin membantu mengembalikannya ke tempat yang seharusnya,” kata dia.
Sebagai informasi, Bale pernah menjadi pemain termahal di dunia saat pindah dari Tottenham Hotspur ke Real Madrid pada 2013.
Ia mencetak sejarah lewat gol spektakulernya di final Liga Champions 2018 melawan Liverpool, gol salto yang dikenang sepanjang masa.