Situs PWI Diretas! Pengurus Ungkap Dugaan Terkait Dualisme dan Langkah Pemulihan

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Rabu, 15 Oktober 2025 | 20:26 WIB
Ilustrasi Hecker. (Foto AI/ Dontel)
Ilustrasi Hecker. (Foto AI/ Dontel)



 

REPORTASENTT.COM, JAKARTA-  Situs resmi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dengan domain pwi.or.id diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab sejak munculnya dualisme kepengurusan di tubuh organisasi tersebut.
 
 
 
Akibatnya, laman resmi PWI sempat menampilkan konten di luar kendali pengurus pusat.
 


Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, menyampaikan permohonan maaf atas gangguan tersebut dan memastikan bahwa pihaknya sedang melakukan pemulihan menyeluruh terhadap sistem digital organisasi.
 
 
 
 
 
 
 
 
 


“PWI Pusat memohon maaf kepada seluruh anggota dan masyarakat atas ketidaknyamanan ini. Kami sedang memperkuat sistem keamanan web agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Zulmansyah dalam keterangan tertulis, Rabu, 15 Oktober 2025.
 
 
 
 

Zulmansyah menjelaskan, tim Bidang Multimedia dan IT PWI Pusat bersama penyedia layanan hosting telah melakukan penelusuran sumber serangan siber tersebut.
 
 
 
 
 
Menurut dia, langkah-langkah teknis sedang dijalankan untuk memastikan keamanan data dan arsip organisasi tetap terjaga.
 
 
 
 
 
 
 
 
 


“Kami juga bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menelusuri pelaku peretasan,” ujarnya.
 
 
 
 
 
 

Ketua Bidang Multimedia dan IT PWI Pusat, Hilman Hidayat, menilai insiden ini menjadi momentum pembenahan total sistem informasi organisasi.
 
 
 
 
 
 
 
Ia mengakui, website lama PWI sudah tidak lagi sesuai dengan kebutuhan organisasi yang semakin kompleks dan dinamis.
 
 
 
 
 
 
 
 


“Website lama merupakan warisan pengurus sebelumnya. Kini kami sedang menata ulang dan membangun sistem baru di bawah kepemimpinan Ketua Umum PWI, Akhmad Munir,” kata Hilman.
 
 
 

Hilman menjelaskan, website baru PWI akan dirancang dengan sistem keamanan siber yang lebih kuat, teknologi terkini, serta fitur integrasi data anggota dan kemudahan akses publik.
 
 
 


“Website baru ini tidak hanya untuk publikasi kegiatan, tapi juga menjadi pusat data anggota, sistem verifikasi digital, dan kanal komunikasi antara PWI pusat dan daerah,” ujarnya.
 
 
 
 
 
 
 
 

Ia menegaskan, proses migrasi data dilakukan secara hati-hati agar seluruh arsip lama tetap aman dan tidak ada informasi penting yang hilang.
 
 
 
 


“Kami memastikan seluruh data penting ditransfer ke sistem baru dengan perlindungan yang lebih baik,” tegas Hilman.
 
 
 

Pembangunan sistem baru itu disebut sebagai bagian dari transformasi digital PWI menuju organisasi pers modern yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
 
 
 
 
 
 
 


“Transformasi digital ini bukan hanya soal tampilan, tetapi tentang kepercayaan dan integritas. Website baru akan menjadi simbol komitmen PWI menjaga profesionalisme pers Indonesia di era digital,” tutur Hilman.


Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X