Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus, Kolom Abu Capai 9.000 Meter di Atas Puncak

Photo Author
Bernad Nara Gere, Reportase NTT
- Rabu, 15 Oktober 2025 | 08:53 WIB
Gunung Lewotobi Laki-laki Saat erupsi.   (Foto tangkapan layar Facebook/ Andreas Pirlo )
Gunung Lewotobi Laki-laki Saat erupsi. (Foto tangkapan layar Facebook/ Andreas Pirlo )

 

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali erupsi pada Senin (14/10/2025) pukul 23.37 WITA.

Erupsi tersebut menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 9.000 meter di atas puncak atau sekitar 10.584 meter di atas permukaan laut.


Menurut laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat daya, barat, serta barat laut.



Baca Juga: Timnas Indonesia Tersingkir, Kluivert Terpojok! Ini 3 Fakta Mengejutkan di Balik Kekalahan Garuda



Aktivitas ini juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan durasi sekitar 4 menit 5 detik.

“Erupsi disertai suara dentuman kuat yang terdengar hingga Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki,” demikian keterangan resmi PVMBG.

Saat ini, status Gunung Lewotobi Laki-laki dinaikkan ke Level IV (Awas).


Baca Juga: Kandas di Praperadilan, Begini Alasan Hakim Menolak Gugatan Nadiem Makarim



PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar gunung dan para wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 kilometer, serta pada sektor barat daya hingga timur laut sejauh 7 kilometer dari pusat erupsi.


Masyarakat juga diminta tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Warga yang berada di wilayah terdampak hujan abu diimbau menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan pernapasan.


Baca Juga: TRANS7 Sampaikan Permohonan Maaf atas Tayangan Xpose Uncensored Terkait Pondok Pesantren Lirboyo





PVMBG mengingatkan potensi banjir lahar hujan di sejumlah daerah jika terjadi hujan berintensitas tinggi, terutama di Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.


Pemerintah daerah diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, serta dengan PVMBG dan BPBD Nusa Tenggara Timur untuk pemantauan lanjutan dan penyampaian informasi resmi.

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X