Baca Juga: Proyek Jalan di Naimata Sempat Terhenti, Sengketa Batas Tanah Kampus dan Warga Akhirnya Terungkap
Persaingan juga menghadirkan peluang lahirnya juara dunia baru. Dari delapan tim yang tersisa, Belgia, Maroko, Swiss, dan Norwegia belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia. Kesempatan ini membuka peluang munculnya kampiun baru sejak Spanyol menjadi juara pada edisi 2010.
Sorotan juga tertuju kepada Norwegia yang untuk pertama kalinya sepanjang sejarah berhasil mencapai babak perempat final Piala Dunia.
Dipimpin penyerang tajam Erling Haaland, tim Skandinavia itu menciptakan kejutan besar setelah menyingkirkan Brasil di babak 16 besar.
Tantangan berikutnya tidak ringan karena mereka harus menghadapi Inggris yang telah sepuluh kali tampil di fase delapan besar.
Maroko pun kembali menorehkan sejarah. Setelah menjadi tim Afrika pertama yang mencapai semifinal pada Piala Dunia 2022, Singa Atlas kini menjadi wakil Afrika pertama yang mampu menembus perempat final dalam dua edisi Piala Dunia secara beruntun.
Mereka akan kembali berhadapan dengan Prancis, lawan yang juga ditemui pada semifinal empat tahun lalu.
Baca Juga: Diduga Hanyut Akibat Mesin Perahu Rusak, 16 WN Uzbekistan Terdampar di Pantai Alor
Dominasi Eropa masih terasa di fase ini dengan enam wakil yang lolos ke perempat final. Hanya Argentina yang mewakili Amerika Selatan dan Maroko sebagai satu-satunya wakil Afrika yang masih bertahan.
Di sektor individu, persaingan memperebutkan Sepatu Emas semakin sengit. Lionel Messi memimpin daftar pencetak gol sementara dengan delapan gol, diikuti Kylian Mbappe dan Erling Haaland yang masing-masing telah mengemas tujuh gol.
Harry Kane masih menjaga peluang dengan koleksi enam gol, sedangkan Jude Bellingham dan Ousmane Dembele turut mengintai dengan empat gol.
Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Dahulukan Penuntasan Guru Honorer Sebelum Seleksi Baru
FIFA menilai persaingan para penyerang terbaik dunia tersebut masih sangat terbuka mengingat setiap tim masih memiliki peluang memainkan hingga dua pertandingan lagi sebelum turnamen berakhir.
Dari sisi konsistensi, Prancis menjadi satu-satunya tim yang selalu menang dalam lima pertandingan di waktu normal.