opini

Opini: Luka Toleransi di Negeri yang Mengaku Ber-Bhineka

Senin, 17 November 2025 | 18:55 WIB
Wilhelmina M.A. Nong Lamawitak / bacround foto by Tim.

Mayoritas umat Muslim hidup berdampingan secara damai dengan pemeluk agama lain. Hanya sebagian kecil kelompok fanatik yang memanipulasi ajaran agama untuk kepentingan tertentu. Padahal, ajaran Islam sejati menekankan kasih sayang, perdamaian, dan penghargaan terhadap sesama.

Pada akhirnya, sudah saatnya kita berhenti menilai orang lain berdasarkan agamanya. Toleransi bukan hanya kata manis dalam pidato, tetapi harus menjadi sikap hidup sehari-hari. Jika kita terus menutup diri dan menolak perbedaan, maka Bhinneka Tunggal Ika hanya akan menjadi tulisan tanpa makna. Bangsa ini akan benar-benar menjadi kuat jika seluruh warganya menghayati bahwa perbedaan bukan ancaman, melainkan bagian dari jati diri Indonesia.

 

 

Biografi Penulis

Wilhelmina M.A. Nong Lamawitak .


Wilhelmina M.A. Nong Lamawitak adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika di Universitas Katolik Widya Mandira Kupang. Saat ini ia berada pada semester 5. Tulisan ini disusun sebagai bagian dari tugas mata kuliah Pendidikan Agama Katolik. Melalui opini berjudul “Luka Toleransi di Negeri yang Mengaku Ber-Bhineka”, ia berupaya menyuarakan keprihatinan dan refleksinya mengenai dinamika toleransi di Indonesia serta pentingnya menjaga semangat kebhinekaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini

OPINI: Ilusi Kesejahteraan Guru

Minggu, 30 November 2025 | 17:43 WIB

Urgensi Pendidikan Agama dalam Membangun Karakter Bangsa

Selasa, 18 November 2025 | 23:11 WIB

Opini: Simalakama AI Untuk Media Massa

Selasa, 30 September 2025 | 07:15 WIB

Opini | Perihal Pungutan Sekolah  Negeri

Rabu, 19 Juni 2024 | 17:23 WIB

Catatan: Menyambut Bulan Suci Ramadan 1445 H

Selasa, 12 Maret 2024 | 00:17 WIB