Catatan: Menyambut Bulan Suci Ramadan 1445 H

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Selasa, 12 Maret 2024 | 00:17 WIB
Menag Yaqut Cholil Qoumas. ( Fotografer: Hilman Fauzi)
Menag Yaqut Cholil Qoumas. ( Fotografer: Hilman Fauzi)

Oleh: Yaqut Cholil Qoumas/ Mentri Agama RI


Kementerian Agama bersama para duta besar negara sahabat, para ulama, anggota badan hisab rukyat, ahli astronomi dan pimpinan ormas Islam telah mengadakan sidang Isbat sebagai forum pengambilan keputusan tentang awal bulan Ramadan, pada 10 Maret 2024. Forum tersebut telah menyepakati dan memutuskan bahwa 1 Ramadan 1445 H jatuh pada hari Selasa, 12 Maret 2024. Dengan demikian, puasa Ramadan akan kita mulai pada Selasa.

Mari sambut Ramadan dengan penuh suka cita, seraya mengucapkan Marhaban ya Ramadan, Marhaban ya Syahras-Shiyaam, Marhaban ya Syahral-Qiyaam.

Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk bertemu kembali dengan Ramadan yang istimewa. Rasulullah Muhammad SAW bersabda: “Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa, karena sesungguhnya puasa adalah untuk-Ku dan Aku yang akan langsung membalasnya. Puasa adalah perisai, maka apabila salah seorang di antara kalian berpuasa maka janganlah berkata kotor dan berteriak-teriak, seandainya ada seseorang yang mencela atau mengajak bertikai maka hendaklah ia mengatakan ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa’. Demi jiwa Muhammad yang berada di tanganNya, sungguh bau mulut orang yang berpusa itu lebih wangi dari minyak kasturi di sisi Allah, orang yang berpuasa itu memiliki dua kebahagiaan, yaitu tatkala dia berbuka dia bahagia dengan sebab bukanya dan tatkala bertemu dengan Rabbnya dia bahagia dengan puasanya.”

Mari, puasakan diri, puasakan hati. Jalani ibadah menahan lapar-dahaga dengan ikhlas, jauhi perbuatan keji dan tercela, kata kotor, caci maki, hingga pertikaian. Ramadan adalah bulan pendidikan bagi jiwa dan spiritualitas kita. Waktu untuk menanamkan nilai keikhlasan, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama.

Manfaatkan momentum ini untuk banyak berzikir, membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Quran. Gunakan kesempatan ini untuk meningkatkan amal kebaikan dan berbagi kasih sayang kepada sesama manusia, karena itulah esensi sejati dari bulan yang penuh berkah ini.

Di tengah keragaman masyarakat, tetap jaga sikap saling hormat. Perkuat persaudaraan dan toleransi antarumat. Kepada pengusaha makanan dan hiburan, kami imbau untuk menghormati bulan Ramadan dengan menaati peraturan dan ketentuan.

Dengan penuh rasa syukur, mari sambut Ramadan dengan hati yang tulus dan penuh pengharapan. Semoga Allah SWT menerima segala ibadah dan menjadikan kita lebih baik dari sebelumnya.

Selamat menjalankan ibadah puasa bagi seluruh umat Islam di Indonesia. Semoga bulan Ramadan ini membawa kedamaian, kebahagiaan, dan keberkahan bagi kita semua. Amiin.

 

Artikel ini dilansir melalui Kemenag.go.id

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

OPINI: Ilusi Kesejahteraan Guru

Minggu, 30 November 2025 | 17:43 WIB

Urgensi Pendidikan Agama dalam Membangun Karakter Bangsa

Selasa, 18 November 2025 | 23:11 WIB

Opini: Simalakama AI Untuk Media Massa

Selasa, 30 September 2025 | 07:15 WIB

Opini | Perihal Pungutan Sekolah  Negeri

Rabu, 19 Juni 2024 | 17:23 WIB

Catatan: Menyambut Bulan Suci Ramadan 1445 H

Selasa, 12 Maret 2024 | 00:17 WIB
X