opini

Opini: Merenungkan Natal dalam Perspektif Sejarah dan Agama

Rabu, 24 Desember 2025 | 23:31 WIB
Suster Yasinta Kelara Labina adalah seorang biarawati Katolik yang saat ini tinggal di Cerbara, Via Giuseppe, Roma, Italia.

 


Oleh: Suster Yasinta Kelara Labina

 

Secara agama Kristen, peristiwa Natal menceritakan kelahiran Yesus Kristus di Betlehem, sekitar 2000 tahun yang lalu. Menurut Kitab Suci (Injil Matius dan Lukas), Maryam (Maria) dan Yusuf (Yoseph) harus pergi ke Betlehem karena surat perintah pemerintah Roma untuk mendaftarkan diri.

 

Karena semua tempat tinggal penuh, mereka harus tinggal di gua sapi, dan di situ Yesus lahir. Kisahnya juga diceritakan tentang orang gembala yang diberitahu oleh malaikat, serta orang bijak dari Timur yang datang membawa hadiah.

 

Meskipun tanggal 25 Desember bukanlah tanggal kelahiran yang pasti (tidak tertulis di Kitab Suci), hari ini dipilih untuk dirayakan sejak abad pertengahan, seiring berkembangnya tradisi Kristen di seluruh dunia.

 

Baca Juga: Satpol PP Flores Timur Kawal Pengamanan Malam Natal 2025 di Kota Larantuka

 

Maknanya bagi manusia, baik yang beragama maupun tidak

Peristiwa Natal tidak hanya berarti bagi umat Kristen, tapi juga memiliki makna universal bagi banyak orang:

Kebersamaan dan kasih keluarga: Seperti yang kamu rasakan, Natal jadi alasan untuk berkumpul dengan orang tersayang, melupakan perselisihan, dan menunjukkan kasih. Ini mengingatkan kita bahwa hubungan manusia adalah hal yang paling berharga.

Halaman:

Tags

Terkini

OPINI: Ilusi Kesejahteraan Guru

Minggu, 30 November 2025 | 17:43 WIB

Urgensi Pendidikan Agama dalam Membangun Karakter Bangsa

Selasa, 18 November 2025 | 23:11 WIB

Opini: Simalakama AI Untuk Media Massa

Selasa, 30 September 2025 | 07:15 WIB

Opini | Perihal Pungutan Sekolah  Negeri

Rabu, 19 Juni 2024 | 17:23 WIB

Catatan: Menyambut Bulan Suci Ramadan 1445 H

Selasa, 12 Maret 2024 | 00:17 WIB