REPORTASENTT.COM, RUTENG- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI Brian Yuliarto datang ke Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Rabu, 26 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung penanganan masyarakat terdampak gempa di Flores, termasuk kondisi mahasiswa dan dosen yang berada di wilayah bencana.
Brian tiba di Bandara Frans Sales Lega Ruteng sekitar pukul 11.30 WITA dengan menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara. Ia kemudian bersama Bupati Manggarai, Rektor UNIKA St. Paulus Ruteng, serta jajaran pemerintah daerah menuju Posko Lapangan UNIKA St. Paulus Ruteng.
Baca Juga: Dari Balik Pintu hingga CCTV: Dua Pegawai Pemprov Sumbar Disorot Gegara Video Viral
Dalam kunjungan itu, Brian didampingi 15 mahasiswa yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi, masing-masing lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), lima mahasiswa Universitas Airlangga (Unair), dan lima mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB).
Rangkaian kegiatan juga mencakup pemetaan awal Program Mahasiswa Berdampak melalui Aksara Mahasiswa serta koordinasi bantuan untuk masyarakat terdampak gempa.
Di tengah penanganan bencana, Pemerintah Kabupaten Manggarai melaporkan kondisi pelayanan kesehatan dan pengungsian yang masih membutuhkan dukungan. Bupati Manggarai menyebut 45 orang meninggal dunia akibat gempa, dengan 22 korban meninggal pada hari kejadian dan 23 lainnya pada hari-hari berikutnya.
Baca Juga: Rumah Hancur, Warga Bertahan di Posko Mandiri: 4 Desa di Elar Mengaku Belum Dapat Bantuan
Sebagian korban meninggal setelah hari kejadian, menurut pemerintah daerah, berkaitan dengan kondisi kesehatan dan keterbatasan pelayanan medis. Sejumlah pasien juga masih menjalani perawatan di rumah warga karena masyarakat khawatir terhadap kemungkinan gempa susulan.
“Begitu banyak pasien yang masih dirawat di rumah-rumah masyarakat. Masyarakat keberatan anggota keluarganya yang patah kaki, patah tangan, patah tulang, dan lain-lain itu dirawat di rumah sakit karena takut dengan gempa susulan,” kata Bupati Manggarai.
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas kesehatan. Sejumlah pasien harus mendapat perawatan di luar gedung rumah sakit, sementara 25 puskesmas di Kabupaten Manggarai turut terdampak dan menjalankan pelayanan menggunakan fasilitas darurat.
“Semua pasien harus dirawat di lapangan, di taman, dan di jalanan di luar rumah sakit. Dari 25 puskesmas atau seluruh puskesmas terdampak, hari ini pelayanan di puskesmas dilakukan di bawah kemah-kemah yang didirikan secara darurat,” katanya.
Selain persoalan kesehatan, pemerintah daerah mencatat sekitar 50.000 warga masih berada di lokasi pengungsian, baik di posko terpusat maupun tempat pengungsian mandiri. Sekitar 7.600 orang di antaranya masuk kelompok rentan, meliputi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, dan penyandang disabilitas.
“Kami punya kemampuan terbatas. Yang terbatas itu kami tahu akan ditambahkan oleh Tuhan melalui teman-teman sekalian. Ini yang terus terang sebagai pemerintah, kami gagap menangani kelompok rentan ini,” kata Bupati.
Baca Juga: Polisi Bongkar Pengelola Akun Anonim “Lika-Liku NTT”, AI Diduga Dipakai Rekayasa Konten
Penanganan logistik dilakukan melalui dua titik utama, yakni Ruteng dan Reo. Bantuan juga dikirim melalui jalur udara menuju wilayah yang sulit dijangkau menggunakan transportasi darat.
BNPB turut mendukung operasional rumah sakit lapangan di Ruteng bersama Kementerian Kesehatan dan PMI. Distribusi bantuan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah daerah, relawan, serta berbagai unsur terkait.
Di hadapan jajaran pemerintah daerah dan civitas akademika, Brian menyampaikan duka atas bencana yang melanda masyarakat Nusa Tenggara Timur. Ia meminta perguruan tinggi dan relawan yang datang ke wilayah terdampak menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai prioritas.
Artikel Terkait
OPINI| Dedi Mulyadi dan Wajah Solidaritas: Jawa Barat Hadir untuk Korban Gempa Flores Opini
Pria di TTS Ditemukan Tewas di Kamar, Istri Diduga Terlibat KDRT
Ambulans Polri Tiba-tiba Dihentikan Warga di Manggarai, Ada yang Mereka Tunggu Sejak Gempa
Rumah Hancur, Warga Bertahan di Posko Mandiri: 4 Desa di Elar Mengaku Belum Dapat Bantuan
Dari Balik Pintu hingga CCTV: Dua Pegawai Pemprov Sumbar Disorot Gegara Video Viral