Mendiktisaintek Tinjau Penanganan Gempa Manggarai, 5.000 Mahasiswa NTT Dibebaskan dari UKT

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:55 WIB
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa terdampak gempa di Kabupaten Manggarai, NTT. (Foto/ Tim)
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa terdampak gempa di Kabupaten Manggarai, NTT. (Foto/ Tim)

 

Baca Juga: Gempa M 7,7 Flores: 103 Orang Meninggal, 185.131 Warga Masih Mengungsi



“Saya titip pesan kepada seluruh civitas akademika, dosen, mahasiswa yang akan datang ke sini, mohon kedatangan kita justru jangan memberatkan pihak tuan rumah, pihak Bupati, ataupun kampus-kampus kita yang ada di sini,” kata Brian.

Ia meminta tim relawan datang dengan kesiapan mandiri tanpa membebani pemerintah daerah maupun perguruan tinggi yang menjadi tuan rumah.

“Kehadiran kita di sini bukan untuk bertamu, Bapak. Tetapi justru memang untuk menyatakan keprihatinan, menyatakan dukungan, dan sebisa mungkin kita akan semaksimal mungkin kita upayakan untuk membantu,” katanya.

 

Baca Juga: 954 Ton Bantuan Gempa NTT Disalurkan, BNPB Andalkan Sistem Distribusi Berjenjang



Selain bantuan kemanusiaan, pemerintah melalui Kemendiktisaintek menyiapkan kebijakan khusus bagi mahasiswa terdampak bencana. Data mahasiswa akan dikoordinasikan bersama perguruan tinggi untuk memastikan penerima bantuan berasal dari wilayah yang terdampak.

Kebijakan tersebut juga menyasar mahasiswa asal NTT yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah. Pendataan dan validasi akan dilakukan bersama perguruan tinggi agar bantuan dapat diberikan sesuai kondisi mahasiswa.

“Kita akan lihat kalau memang kebutuhannya masih diperlukan. Kita juga akan menambah satu semester lagi, Bapak Bupati. Tadi sementara ini 5.000 sesuai data yang masuk kepada kami,” kata Brian.

 

Baca Juga: Karhutla Mengganas di Kalimantan, Puluhan Hektare Lahan Terbakar dan Titik Api Bermunculan

Pemerintah juga meminta tim di lapangan memadukan data kebutuhan penyintas bersama BNPB dan pemerintah daerah, terutama untuk menentukan prioritas bantuan seperti tenda dan air bersih.

Dukungan bagi sektor pendidikan itu menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menjaga keberlanjutan pendidikan mahasiswa setelah bencana.

Kemendiktisaintek membebaskan pembayaran UKT selama satu semester bagi sekitar 5.000 mahasiswa NTT terdampak gempa, dengan peluang perpanjangan satu semester sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

 

Laporan: Ejhi Serlenso**

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X