pendidikan

Gubernur NTT Lantik 104 Kepala Sekolah, Soroti Tantangan Mutu dan Akses Pendidikan

Rabu, 25 Maret 2026 | 19:57 WIB
Gubernur NTT Melki Laka Lena foto bersama usai melantik 104 kepala SMA, SMK, dan SLB di Aula El Tari, Kupang, Rabu (25/3/2026) siang. (Foto fanpage @Melkilakalena)

 

REPORTASENTT.COM, KUPANG-  Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena melantik 104 kepala SMA, SMK, dan SLB di lingkup Pemerintah Provinsi NTT, Rabu (25/3/2026). Pelantikan berlangsung di Aula Utama El Tari.

Pelantikan ini menjadi awal tugas baru bagi para kepala sekolah dalam memimpin satuan pendidikan di berbagai wilayah NTT, sekaligus menjawab tantangan sektor pendidikan yang masih dihadapi daerah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Melki Laka Lena menyoroti peran strategis kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran.

 

Baca Juga: Di Balik Rencana Damai AS: Pentagon Kirim Ribuan Pasukan, Israel Gempur Teheran

 

Ia menyebut keberhasilan kebijakan pendidikan sangat bergantung pada kepemimpinan di tingkat sekolah.

“Tanpa kepemimpinan yang kuat di satuan pendidikan, berbagai program tidak akan memberi dampak optimal. Kepala sekolah perlu memastikan proses belajar berjalan efektif dan berorientasi pada peningkatan mutu siswa,” kata Melki.

Ia juga menyinggung sejumlah persoalan pendidikan di NTT, seperti kesenjangan mutu antarwilayah, keterbatasan akses, serta capaian literasi dan numerasi yang masih rendah.

 

 

Baca Juga: Diduga Salah Arah Navigasi Google Maps, Puluhan Mobil Pemudik Tersesat hingga Masuk Jalan Setapak di Sleman



Menurut dia, perubahan dunia kerja turut menuntut lulusan yang adaptif dan memiliki daya saing tinggi.

Karena itu, kinerja kepala sekolah perlu diukur melalui peningkatan kualitas pembelajaran, prestasi siswa, serta penurunan angka putus sekolah.

“Pemanfaatan hasil asesmen, termasuk Tes Kemampuan Akademik, perlu dijadikan dasar untuk melakukan perbaikan nyata di sekolah,” lanjutnya.

 

Baca Juga: Peradilan Militer: Antara Hukum dan Instrumen Komando, Bukan Surga Aman bagi Prajurit

Selain itu, Pemerintah Provinsi NTT mendorong program One School One Product (OSOP) untuk mengembangkan potensi lokal di tiap sekolah.

Khusus SMK, penguatan teaching factory dan kemitraan dengan dunia usaha dan industri terus didorong agar lulusan siap kerja.

Melki juga menekankan pentingnya integritas dalam pengelolaan pendidikan, terutama terkait penggunaan anggaran yang harus transparan dan akuntabel.

Halaman:

Tags

Terkini