pendidikan

Bimas Katolik Jajaki Kerja Sama Beasiswa dengan Pemerintah Prancis

Selasa, 12 Maret 2024 | 06:17 WIB
Logo Bimas Katolik RI/ Bendera/ desain REPORTASENTT

REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik saat ini sedang menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Prancis dalam hal beasiswa bagi para dosen Perguruan Tinggi Agama Katolik, mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Katolik, dan siswa Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK).

Dirjen Bimas Katolik Suparman mendorong para dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Katolik, mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Katolik, dan siswa Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) agar proaktif merespons tawaran ini.

Diketahui Prancis dan Indonesia telah lama menjalin kerja sama beasiswa melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA).

Baca Juga: Catatan: Menyambut Bulan Suci Ramadan 1445 H

Beasiswa diberikan pada jenjang S1, S2, dan S3. Pada jenjang S1 dan S2 bahasa pengantar adalah bahasa Prancis dan bahasa Inggris pada jenjang S3.

Dilansir dari situs resmi Bimas Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia, ada sejumlah perguruan tinggi dan universitas siap melayani program beasiswa di Prancis.

“Saya ingin semua Lembaga Pendidikan Agama Katolik baik di bawah Kemendikbud dan Kemenag proaktif. Bila perlu tahun ini (2024) ada beberapa dosen Pendidikan Tinggi Keagamaan Katolik bisa berangkat ke Prancis untuk beasiswa S2 dan S3,” ungkap Suparman, saat rapat zoom koordinasi tindak lanjut rencana kerja sama beasiswa yang dihadiri Tenaga Ahli Menteri Agama Dr. Mahmud Syaltout Syahidulhaq, Komisi Pendidikan KWI Rm. Thomas Becket Gandhi Hartono, SJ. Hadir juga Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK), para Ketua Sekolah Tinggi Keagamaan Katolik, dan Kepala SMAK.

Baca Juga: Polisi Militer TNI Akan Menggelar Operasi Gaktib dan Yustisi Sepanjang Tahun 2024

Romo Gandhi selaku Sekretaris Eksekutif Komisi Pendidikan (Komdik) KWI merespons positif rencana Bimas Katolik.

Ia mengatakan apa yang sedang dilakukan Bimas Katolik adalah sebuah terobosan baru.

“Ini sebuah terobosan baru Bimas Katolik. Selama saya di Komisi Pendidikan KWI, baru kali ini Bimas Katolik melakukan terobosan ini,” ujar Romo Gandhi seraya menegaskan Bimas Katolik telah membuka ruang untuk beasiswa bukan saja bidang agama tapi disiplin studi lain, maka dirinya perlu berkoordinasi dengan mitra pendidikan KWI untuk respons cepat rencana Bimas Katolik ini.

Baca Juga: Korban Pesawat PK SNE di Kaltara Berhasil Dievakuasi

Respons positif pun datang dari para Ketua Sekolah Tinggi Keagamaan Katolik setelah mendapat sharing dan masukan dari Dr. Mahmud Syaltout yang pernah mengenyam pendidikan di Prancis dan siap membantu serta mengarahkan Bimas Katolik dalam menyukseskan program ini.

Tags

Terkini