Baca Juga: Tersangka TPPO di Sumba Timur Masuk Tahap II, Terancam Hukuman Belasan Tahun Penjara
Goris meminta pemerintah dan relawan datang langsung ke setiap titik pengungsian untuk melihat kondisi warga sekaligus mendata kebutuhan secara faktual.
"Sebaiknya turun langsung agar bisa mengetahui seluruh kebutuhan di setiap titik korban gempa. Dengan begitu, data yang diperoleh benar-benar sesuai kondisi di lapangan dan tidak terjadi manipulasi data," katanya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur bersama pemerintah pusat segera memperluas distribusi bantuan hingga wilayah terpencil. Kebutuhan yang diharapkan tidak hanya berupa bahan pangan, tetapi juga tenda, alas tidur, obat-obatan, air minum, serta perlengkapan bagi kelompok rentan.
Hingga Senin (25/8/2026), atau 10 hari setelah gempa, warga di empat wilayah Rembong Raya tersebut masih bertahan dengan posko pengungsian mandiri karena mengaku belum mendapatkan bantuan yang memadai dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Laporan: Ejhi Serlenso***
Artikel Terkait
237 Penyintas Gempa Flores Tinggalkan GOR Samador, Kembali ke Rumah
Gempa M 7,7 Flores: 103 Orang Meninggal, 185.131 Warga Masih Mengungsi
OPINI| Dedi Mulyadi dan Wajah Solidaritas: Jawa Barat Hadir untuk Korban Gempa Flores Opini
Pria di TTS Ditemukan Tewas di Kamar, Istri Diduga Terlibat KDRT
Ambulans Polri Tiba-tiba Dihentikan Warga di Manggarai, Ada yang Mereka Tunggu Sejak Gempa