daerah

Eros Lamadoken Hidupkan Jejak Perlawanan Leluhur Adonara Lewat Film Pendek Jelang HUT Ke-81 RI

Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:59 WIB
Poster film pendek Pendekar Tanpa Nama karya Eros Lamadoken mengangkat perjuangan leluhur Adonara. (Foto/ Dok. Eros)

REPORTASENTT.COM, ADONARA- Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, semangat kemerdekaan tidak hanya berkibar di tiang-tiang bendera.

Di sebuah kampung kecil di Pulau Adonara, semangat itu kembali menyala melalui kisah para leluhur yang pernah berdiri tegak menjaga tanah dan martabatnya dari cengkeraman penjajahan.

Adalah Konstantinus Kopong Bura, atau yang lebih dikenal sebagai Eros Lamadoken, pemuda asal Desa Helanlangowuyo, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, yang berupaya menghidupkan kembali memori kolektif kampung halamannya melalui sebuah film pendek bertema perjuangan.

 

Baca Juga: Nelayan Hilang Saat Menyuluh Ikan di Perairan Sikka Ditemukan Meninggal pada Hari Kedua Pencarian



Karya audiovisual tersebut menjadi penghormatan bagi para leluhur Adonara yang selama ini lebih banyak dikenang lewat tuturan lisan dari generasi ke generasi.

Di tengah arus modernisasi yang terus bergerak, Eros memilih menoleh ke belakang, merangkai kembali serpihan sejarah lokal agar tidak hilang ditelan waktu.

Dalam film itu, ia mengangkat kisah tiga tokoh leluhurnya yang diyakini masyarakat sebagai simbol keberanian dan perlawanan, yakni Aarakian Tubeye, Ola Boli, dan Sili Kabi.

 

 

Baca Juga: Prabowo Tambah DAU untuk NTT, Gubernur Melki: Ini Kado Istimewa Jelang HUT ke-81 RI

 

Ketiganya digambarkan sebagai sosok yang berdiri di garis depan mempertahankan tanah, adat, dan harga diri masyarakat dari tekanan kolonial.

“Film ini saya persembahkan untuk para leluhur, khususnya yang berasal dari kampung saya. Mereka mungkin tidak tercatat secara luas dalam sejarah, tetapi jasa dan pengorbanannya tetap hidup dalam ingatan masyarakat,” kata Eros, Rabu (12/8/2026).

Bagi Eros, sejarah tidak hanya catatan masa lalu. Sejarah adalah akar yang menjaga sebuah masyarakat tetap berdiri kokoh menghadapi zaman. Karena itu, ia berusaha menerjemahkan cerita-cerita yang diwariskan para tetua kampung ke dalam bahasa visual yang lebih dekat dengan generasi muda.

 

Baca Juga: Prabowo Tambah DAU untuk NTT, Gubernur Melki: Ini Kado Istimewa Jelang HUT ke-81 RI



Lulusan Teknik Sipil Universitas Nusa Cendana (Undana) itu mengaku seluruh gagasan, riset, hingga konsep kreatif film disusunnya secara mandiri.

Halaman:

Tags

Terkini