daerah

Rumah Hancur, Warga Bertahan di Posko Mandiri: 4 Desa di Elar Mengaku Belum Dapat Bantuan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:16 WIB
Warga Rembong Raya, Elar, bertahan di posko pengungsian mandiri setelah gempa, sambil menunggu bantuan pangan dan kebutuhan darurat lainnya hingga kini dari pemerintah.

REPORTASENTT.COM, MANGGARAI TIMUR-  Malam hari menjadi waktu yang paling membuat warga Rembong Raya, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, merasa cemas. Setelah rumah-rumah rusak akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026, sebagian warga memilih tidak kembali ke rumah dan bertahan di tempat pengungsian.

Di sejumlah titik, warga mendirikan posko secara swadaya. Keterbatasan pangan, air minum, tempat tidur, tenda, hingga obat-obatan membuat kehidupan para pengungsi berjalan dalam kondisi serba terbatas.

Kondisi tersebut dirasakan warga yang berada jauh dari pusat pemerintahan. Mereka berharap distribusi bantuan tidak berhenti di wilayah yang mudah dijangkau, tetapi juga menyentuh permukiman di kawasan pegunungan.

 

Baca Juga: Ambulans Polri Tiba-tiba Dihentikan Warga di Manggarai, Ada yang Mereka Tunggu Sejak Gempa



Goris, warga Desa Kaju Wangi, mengatakan kondisi warga semakin sulit setelah gempa susulan masih dirasakan beberapa kali dalam sehari.

"Kasihan masyarakat di sini. Mereka kelaparan karena sulit mendapatkan bahan makanan dan minuman. Rumah-rumah juga banyak yang hancur sehingga warga masih mengalami trauma," kata Goris.

Menurut Goris, sejak gempa 15 Agustus hingga Senin (25/8/2026), bantuan yang diterima warga di wilayah tersebut masih terbatas. Ia menyebut bantuan yang sudah dirasakan warga berasal dari BGN dan bantuan presiden.

 

 

Baca Juga: Pria di TTS Ditemukan Tewas di Kamar, Istri Diduga Terlibat KDRT


"Sejak gempa berskala 7,7 pada tanggal 15 sampai dengan tanggal 25 hari ini, hampir satu minggu kami terlantar. Baru bantuan yang kami rasakan saat ini hanya dari BGN dan bantuan presiden atau Banpres," katanya.

Perhatian khusus juga dibutuhkan kelompok rentan yang menghadapi kondisi lebih berat selama berada di posko pengungsian.

"Kami masih butuh banyak bantuan, terutama untuk lansia, penyandang disabilitas, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui," kata Goris.

 

 

Baca Juga: 237 Penyintas Gempa Flores Tinggalkan GOR Samador, Kembali ke Rumah



Ia juga menyoroti jangkauan kunjungan pemerintah yang dinilai belum menyentuh seluruh wilayah terdampak. Menurut dia, beberapa desa di kawasan pegunungan masih membutuhkan penanganan langsung.

"Kami di pegunungan, dari Kelurahan Lempang Paji, Desa Kaju Wangi, Desa Legur Lai, dan Desa Golo Lebo, seolah dilupakan," katanya.

Empat wilayah yang disebut warga masih minim menerima bantuan memadai tersebut yakni Kelurahan Lempang Paji, Desa Kaju Wangi, Desa Legur Lai, dan Desa Golo Lebo.

 

 

Halaman:

Tags

Terkini