Produk Makanan Ringan RI Tembus Pasar Afrika, Ekspor Perdana ke Pantai Gading

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Senin, 1 September 2025 | 00:03 WIB
Foto ilustrasi.
Foto ilustrasi.


REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Industri makanan dan minuman (mamin) Tanah Air kembali mencatat pencapaian positif.
 
 
Setelah menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional, produk makanan ringan asal Indonesia kini berhasil menembus pasar Afrika, termasuk ke Pantai Gading.

 
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, industri mamin terus menunjukkan peran penting dalam mendorong kinerja manufaktur.
 
 
 
 


"Industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 6,15 persen pada triwulan II Tahun 2025, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12 persen," ujar Agus dalam keterangan resmi, Sabtu (30/8).
 


Menurut Agus, subsektor ini juga memberikan kontribusi signifikan, yakni 41 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas.
 
 
Tak hanya memperkuat pasar domestik, produk mamin juga konsisten merambah ke berbagai negara tujuan ekspor.
 
 
 


Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, menambahkan, hingga Mei 2025 nilai ekspor mamin Indonesia mencapai Rp278,85 triliun dengan surplus perdagangan sebesar Rp197,1 triliun.
 


Salah satu capaian terbaru datang dari PT URC Indonesia yang berhasil mengekspor produk makanan ringan ke Pantai Gading.
 


"Kami menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada PT URC Indonesia atas kinerjanya mengekspor produk biskuit dan makanan ringan ke negara-negara di Afrika," kata Putu.
 
 


Ia menekankan, keberhasilan tersebut menjadi bukti kepercayaan global terhadap kualitas produk Indonesia.
 
 
 
Dengan pelepasan ekspor 10 kontainer dari Cikarang Dry Port, produk Tanah Air semakin memperkuat eksistensinya di pasar internasional.
 


Ke depan, pemerintah berkomitmen mendorong lebih banyak industri biskuit dan makanan ringan untuk memperluas pasar ekspor.
 
 
 
Baca Juga: Tunjangan DPR Disorot, Ibas Beberkan Sikap Demokrat

"Hal ini sejalan dengan tekad pemerintah untuk terus menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui penerbitan berbagai program dan kebijakan strategis, yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," lanjut Putu.


Data Kemenperin juga mencatat, industri biskuit nasional saat ini terus berkembang dengan lebih dari 100 perusahaan yang beroperasi dan kapasitas produksi mencapai 1,72 juta ton.
 
 
 
Tren positif ini menempatkan Indonesia pada posisi ke-11 pemasok biskuit dunia dengan kontribusi 3,59 persen.

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X