REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Analis komunikasi politik sekaligus pendiri Lembaga Survei KedaiKopi, Hendri Satrio atau Hensa, menilai Presiden Prabowo Subianto perlu lebih sering berbicara langsung melalui media massa dibandingkan influencer untuk meredakan kegelisahan publik.
Menurut Hensa, media tetap memegang peran penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Ia menilai intensitas komunikasi yang konsisten akan membuat pesan pemerintah lebih mudah dipahami rakyat.
“Saya ngajuin dua lah solusinya. Jadi yang pertama, Pak Prabowo mesti berkomunikasi dengan intens kepada para jurnalis di media massa, karena dengan kondisi saat ini, media massa lah yang bisa menenangkan masyarakat, menenangkan rakyat,” ujarnya dalam sebuah wawancara, dikutip dari AboutMalang.com, Minggu (31/8).
Hensa menyinggung bahwa sejak era Presiden Joko Widodo hingga kini, media kerap terpinggirkan dari lingkaran kekuasaan.
Padahal, kata dia, media memiliki peran strategis menjembatani pemerintah dengan rakyat.
“Dan ya ini jadi pengalaman tersendiri sih. Selama ini kan memang penguasa ya dari zaman Pak Jokowi kemudian sekarang diteruskan ke Pak Prabowo, seolah-olah seperti melupakan media massa sebagai kekuatan,” tambahnya.
Ia menekankan, langkah komunikasi yang lebih terbuka dengan media menjadi kunci penting untuk meredakan ketegangan publik sekaligus menjaga legitimasi kepemimpinan nasional.
Pandangan itu turut diperkuat oleh hasil survei Indonesian Presidential Studies (IPS) UGM pada 2022.
Survei tersebut menunjukkan 74,4 persen publik masih lebih percaya pada media formal seperti televisi, radio, dan koran, jauh lebih tinggi dibandingkan media sosial yang hanya memperoleh tingkat kepercayaan 12,7 persen.
Artikel Terkait
Doa Bersama Lintas Agama Digelar di Kupang, Gubernur NTT Ajak Jaga Perdamaian
Rumah Sahroni Dijarah: Iron Man Ikut Raib, Nilai Rapor Smesternya Jadi Sorotan
Soroti Aksi Demo, Prabowo Singgung Batasan yang Tak Boleh Dilanggar
Prabowo Tegas! DPR Bermasalah Terancam Kehilangan Kursi Mulai 1 September
Ini Alasan Kabagops Polresta Kupang Kota Diganti