REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Rumah anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, dijarah massa pada Sabtu (30/8) malam hingga Minggu (31/8) dini hari.
Penjarahan ini mengakibatkan sejumlah barang berharga, kendaraan, hingga dokumen pribadi milik Sahroni raib.
Massa membawa keluar perabot rumah tangga seperti lemari, meja, kursi, kulkas, hingga pakaian.
Tak berhenti di situ, dokumen penting berupa ijazah, Kartu Keluarga (KK), hingga surat tanah juga ikut dijarah.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, tampak sekelompok orang mengangkut patung Iron Man dari dalam rumah Sahroni.
Pada rekaman lain, sebuah mobil mewah jenis Lexus milik politisi NasDem itu tampak dirusak massa.
Nilai Rapor Jadi Sorotan
Nilai Rapor Jadi Sorotan
Salah satu dokumen pribadi Sahroni yang ikut tersebar adalah ijazah SMP. Publik ramai menyoroti nilai rata-rata yang tercatat berada di kisaran 6–7 atau sekitar 68 poin.
Nilai tersebut langsung menjadi perbincangan di media sosial dan memicu komentar beragam dari warganet.
Baca Juga: Mahfud MD soal Ojol Tewas Dilindas Brimob: Bukan Massa atau Polisi, Ada Pihak Lain yang Salah
Dipicu Pernyataan Kontroversial
Aksi penjarahan ini diduga dipicu oleh pernyataan Sahroni sebelumnya yang menyebut kelompok masyarakat yang menginginkan pembubaran DPR sebagai “the dumbest people in the world.” Ucapan tersebut menuai kecaman luas dan protes dari publik.
Sikap Partai NasDem
Menanggapi perkembangan situasi, Partai NasDem mengumumkan penonaktifan Ahmad Sahroni dari keanggotaan DPR RI.
Keputusan tersebut berlaku efektif mulai 1 September 2025.
Dalam keputusan yang sama, NasDem juga menonaktifkan artis sekaligus politisi Nafa Urbach dari keanggotaan DPR.
Artikel Terkait
Kasus Brimob dan Ojol: Prabowo Tuntut Transparansi, Publik Tunggu Hasil
Situasi Kamtibmas Memanas, Kapolda NTT Ingatkan Warga Jangan Terjebak Provokasi
Respon Aspirasi Rakyat, DPR Sepakati Cabut Tunjangan hingga Hentikan Kunjungan ke Luar Negeri
Tunjangan DPR Disorot, Ibas Beberkan Sikap Demokrat
Doa Bersama Lintas Agama Digelar di Kupang, Gubernur NTT Ajak Jaga Perdamaian