Ia sempat mengira Lusia pergi ke kebun seperti kebiasaannya. Dugaan itu membuat keluarga melakukan pencarian ke kebun sekitar rumah, kediaman kerabat di Maget Legar, hingga rumah adik korban di Hewokloang, namun tidak menemukan hasil.
Saat kembali ke rumah, keluarga menemukan sejumlah barang yang dibawa Lusia, di antaranya KTP, buku pinjaman Koperasi Pintu Air, tas tangan hitam, serta telepon genggam Nokia sederhana.
Surat yang ditinggalkan Lusia menjadi petunjuk utama dalam penyelidikan. Dalam pesan itu, ia meminta maaf karena pergi tanpa berpamitan dan meminta keluarganya tidak mencemaskannya.
Baca Juga: Rakor Konflik Adonara Digelar, Gubernur NTT Minta Warga Tolak Provokasi
“Saya pergi bukan karena orang lain. Saya pergi karena keadaan. Saya akan kembali setelah utang keluarga selesai saya bayar,” tulis Lusia dalam surat tersebut.
Ia juga menjelaskan alasan membawa buku pinjaman koperasi untuk keperluan pembayaran angsuran. Pada bagian akhir surat, Lusia meminta anak-anaknya saling menjaga dan tetap mendoakannya.
Penyidik kemudian mendalami kondisi ekonomi keluarga. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pinjaman di Koperasi Pintu Air yang telah menunggak sekitar enam bulan, sehingga informasi itu dinilai berkaitan dengan isi surat yang ditinggalkan korban.
Baca Juga: Pekerja Bangunan Tewas di Atap Rumah di TTS, Polisi Menelusuri Jejak Arus Listrik yang Tak Terputus
Dari keterangan keluarga, Lusia dikenal sebagai pribadi pendiam dan jarang menceritakan persoalan yang dihadapinya. Polisi juga menelusuri aktivitas akun Facebook miliknya yang menggunakan nama “Yuni Sary”.
Hingga Selasa malam, 4 Agustus 2026, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk suami, anak sulung, dan anggota keluarga lainnya. Belum ada petunjuk yang memastikan lokasi keberadaan Lusia.
Polisi sementara belum menemukan indikasi tindak pidana seperti penculikan maupun kekerasan yang mendahului hilangnya korban.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Soroti Penebangan Pohon di Bandung: Mengapa 10 Pohon Bisa Tumbang Tanpa Ada yang Tahu?
Seluruh keterangan saksi mengarah pada dugaan bahwa Lusia meninggalkan rumah atas kehendaknya sendiri dengan membawa barang pribadi dan meninggalkan pesan tertulis.
Pencarian terhadap Lusia Luju masih terus berlangsung melalui penelusuran jaringan keluarga, kerabat, aktivitas media sosial, dan berbagai sumber informasi lain yang dapat membantu menemukan keberadaan ibu empat anak tersebut.
Artikel Terkait
Keluhan Kebisingan Viral di Instagram, Polisi Turun ke Salah Satu Kafe di Labuan Bajo
Empati yang Terlambat: Nakes Pengomentar “Potong Nadi” Pasien BPJS Baru Meminta Maaf Setelah Korban Meninggal
Pria di Kupang Ditangkap Usai Diduga Pamer Alat Kelamin kepada Penjaga Kios
Diduga Serobot dan Rusak Lahan Warga di Kupang, Polisi Turun Tangan Selidiki Pelaku
Dari Ajakan Ulang Tahun hingga Menginap Semalam, Begini Kronologi Kasus Persetubuhan Anak di Kupang