REPORTASENTT.COM, SIKKA,— Pencarian terhadap seorang ibu rumah tangga asal Dusun Dobo, Desa Iantena, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, berakhir setelah polisi menemukan Lusia Luju dalam kondisi selamat di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Kamis (6/8/2026).
Temuan tersebut mengakhiri laporan orang hilang yang sebelumnya diajukan keluarga ke Polsek Kewapante. Polisi memastikan perempuan itu tidak menjadi korban tindak pidana dan memilih berangkat ke Tarakan untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga.
Penelusuran dilakukan setelah keluarga melaporkan hilangnya Lusia Luju pada 4 Agustus 2026. Personel Polsek Kewapante kemudian mengumpulkan informasi mengenai keberangkatan, menelusuri kemungkinan rute perjalanan, serta berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait.
Perkembangan penting muncul ketika penyidik memperoleh informasi Lusia Luju diduga menumpang KM Siguntang menuju Tarakan. Data tersebut diverifikasi melalui PT Pelni Cabang Sikka dan manifes penumpang menunjukkan namanya tercatat sebagai penumpang dengan tujuan Tarakan.
Berbekal data itu, Polsek Kewapante berkoordinasi dengan Polres Tarakan untuk melakukan pemantauan di pelabuhan tujuan. Lusia Luju kemudian ditemukan sesaat setelah kapal tiba di Pelabuhan Tarakan pada Kamis pagi sekitar pukul 06.43 WITA.
Setelah ditemukan, Lusia Luju dibawa ke Mapolres Tarakan untuk pendataan, pemeriksaan identitas, dan memastikan kondisinya sebelum komunikasi dilakukan dengan pihak keluarga di Kabupaten Sikka.
Kapolsek Kewapante IPTU Chairil Syafar kemudian menyampaikan hasil pencarian kepada suami Lusia Luju, Yohanes Don Bosko Kardianus, beserta keluarganya. Polisi juga meminta kepastian langkah yang akan ditempuh, apakah Lusia Luju dipulangkan ke Sikka atau tetap bekerja di Tarakan.
Polres Tarakan memfasilitasi komunikasi melalui sambungan video antara Lusia Luju dengan suami dan anaknya agar keputusan tersebut dipastikan diambil secara sadar oleh kedua belah pihak.
“Saya pergi bukan karena dipaksa atau menjadi korban kejahatan, tetapi untuk mencari pekerjaan sebagai asisten rumah tangga di Tarakan,” kata Lusia Luju dalam percakapan video yang didokumentasikan kepolisian.
Keluarga akhirnya menyetujui Lusia Luju tetap tinggal dan bekerja di Tarakan.
Artikel Terkait
Salah Paham Dugaan Penjualan Minyak Tanah ke Warga Luar Fatululi Berujung Perselisihan Antarwarga di Kupang
Dituding Tebang Pilih, Polres Manggarai Barat Tegaskan Penanganan Konflik Lengkong Warang Sesuai Prosedur Hukum
Trip Labuan Bajo– Lombok Mendadak Batal, Empat Turis Asing Justru Membawa Pulang Rp14 Juta
Polres Manggarai Barat Kebut Penyelidikan Bentrokan Tanjung Boleng, Dua Laporan Polisi Diproses
Meski Keluarga Korban Berdamai, Polisi Tetap Proses Kasus Kematian Dua Turis China di Pulau Kelor Labuan Bajo