Baca Juga: Cungkil Jendela Rumah Kosong, Pria di Kupang Gasak Emas dan Uang Korban, Kini Dilimpahkan ke Jaksa
Dari hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Pratu I.W. mengakui melakukan penusukan terhadap anggota Brimob yang terlibat dalam insiden tersebut. Pengakuan itu disampaikan setelah yang bersangkutan menjalani pemeriksaan oleh penyidik.
"Pratu I.W. mengakui melakukan penikaman. Namun berdasarkan keterangannya, tindakan tersebut dilakukan saat dirinya merasa terdesak, mengalami kekerasan fisik, dan menilai keselamatan dirinya berada dalam ancaman akibat pengeroyokan yang sedang berlangsung," kata Amrizal.
Situasi di lokasi mulai mereda setelah terdengar teriakan adanya korban yang terkena tusukan. Korban yang mengalami luka kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Kapendam menjelaskan proses penyelidikan masih berlangsung sehingga seluruh temuan saat ini masih bersifat sementara. Aparat masih mendalami kronologi secara menyeluruh, termasuk motif dan keterlibatan masing-masing pihak.
"Kami mengimbau seluruh pihak agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan ataupun membangun opini yang tidak sesuai dengan fakta yang sedang didalami. Kodam IX/Udayana menjunjung tinggi prinsip objektivitas, transparansi, dan profesionalisme dalam penanganan kasus ini," katanya.
Ia juga menyampaikan setiap pihak yang terbukti melanggar hukum akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku tanpa memandang latar belakang institusi.
"Apabila ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan anggota TNI, tentu akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Demikian pula terhadap pihak lain yang terbukti melakukan tindakan melawan hukum, seluruh proses harus berjalan secara adil, objektif, dan proporsional," ujarnya.
Saat ini Subdenpom IX/1-1 Ende telah melakukan serangkaian langkah investigasi, mulai dari olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi dan korban, pengecekan kondisi korban di rumah sakit, hingga koordinasi dengan Kodim 1630/Manggarai Barat dan Brimob Kompi 1 Yon B Pelopor Polda NTT.
Kapendam turut mengapresiasi langkah TNI dan Polri dalam menjaga situasi tetap kondusif di Manggarai Barat. Koordinasi antara kedua institusi disebut berjalan baik untuk mencegah munculnya kesalahpahaman yang dapat mengganggu hubungan kerja di lapangan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Rombak Pimpinan BGN, Said Iqbal Ditunjuk Jadi Penasihat Khusus Presiden
"Kami memastikan hubungan sinergitas TNI dan Polri tetap terjaga dengan baik. Peristiwa ini merupakan kasus individual yang sedang ditangani sesuai mekanisme hukum yang berlaku dan tidak dapat digeneralisasi sebagai konflik antar institusi," kata Amrizal.
Ia mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikan kasus tersebut secara profesional dan akuntabel.