hukum-kriminal

Tragedi 'Bis Kayu' di Manggarai Barat: Overload dan Jalur Ekstrem Diduga Jadi Pemicu Dua Korban Tewas

Jumat, 17 Juli 2026 | 08:51 WIB
Petugas kepolisian bersama warga mengevakuasi korban kecelakaan bis kayu yang terguling di Kampung Pateng, Manggarai Barat, NTT, usai insiden tragis. (Foto TBN Polres Mabar)

 

REPORTASENTT.COM, LABUAN BAJO – Tragedi kecelakaan tunggal yang melibatkan kendaraan bak penumpang atau "bis kayu" di Kampung Pateng, Desa Pateng, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menjadi perhatian setelah hasil penyelidikan awal mengarah pada dugaan muatan berlebih dan kondisi jalan yang ekstrem sebagai pemicu utama insiden tersebut.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa, 7 Juli 2026, sekitar pukul 11.20 Wita itu merenggut dua nyawa.

Kendaraan Colt bak penumpang bernomor polisi EB 8843 GC mengangkut rombongan tim sepak bola asal Desa Golo Ru'a yang hendak mengikuti turnamen di Desa Waning. Total penumpang diperkirakan mencapai 47 orang.

 

Baca Juga: Berawal Diajak Beli Paket Data, Siswi 13 Tahun Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual di Labuan Bajo, Tiga Terduga Pelaku Diamankan

 


Selain dua korban meninggal dunia, puluhan penumpang mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan berbeda.

Sebagian menjalani perawatan di Puskesmas Waning, sedangkan sejumlah korban lain dirujuk ke RSUD Komodo Labuan Bajo akibat mengalami cedera yang lebih serius.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal Satlantas Polres Manggarai Barat, kendaraan kehilangan keseimbangan saat melintasi ruas jalan menurun disertai tikungan tajam di Kampung Pateng.

 

Baca Juga: Kebakaran Kantor UPT BKKBN di Manggarai Barat Ungkap Rapuhnya Sarana Penanggulangan, Dugaan Korsleting Diselidiki

 

Beban kendaraan diduga tidak seimbang karena jumlah penumpang melebihi kapasitas, termasuk penumpang yang berada di atas atap kendaraan.

Kasat Lantas Polres Manggarai Barat, AKP I Made Supartha Purnama, menjelaskan kendaraan tersebut membawa penumpang jauh di atas kapasitas yang seharusnya.

"Kendaraan ini mengangkut rombongan tim sepak bola dengan estimasi muatan mencapai 47 orang. Sebagian penumpang berada di dalam bak, sedangkan sebagian lainnya berada di atas atap kendaraan," kata I Made Supartha.

 

Baca Juga: Sempat Disebut Saksi dalam Sprindik, Kejagung Klarifikasi Febrie Adriansyah Masih Tersangka

Halaman:

Tags

Terkini